Kamis, 14 Mei 2026

Berita Viral

VIRAL di Jabar, Warga Sukabumi Gotong Keranda Mayat Lewat Sungai yang Deras

Dalam video viral berdurasi 58 detik, warga nampak menerjang derasnya air Sungai Cikarang. Mereka nampak berjibaku agar keranda mayat tidak terjatuh.

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tangkapan layar video viral
GONTONG KERANDA - Warga Kampung/Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menggotong keranda mayat ke pemakaman melintasi sungai gara gara jembatan terputus.  

Laporan Kontributot Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUKABUMI - Sebuah kabar viral di Jawa Barat beredar di media sosial tentang warga Kampung/Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggotong keranda mayat melalui sungai dengan kondisi arus deras menuju pemakaman.

Dalam video viral berdurasi 58 detik, warga nampak menerjang derasnya air Sungai Cikarang. Mereka nampak berjibaku agar keranda mayat tidak terjatuh.

Salah seorang warga, Wahyudin (49 tahun) mengatakan, warga menggotong keranda mayit menuju pemakaman itu terjadi pada Selasa (19/8/2025).

Warga terpaksa menyeberangi sungai karena tidak ada akses lain menuju pemakaman akibat jembatan terputus.

"Itu kan karena tidak ada lagi akses lain menuju pemakaman kalau ada yang meninggal, jadi saya itu terpaksa harus nyeberangi sungai walaupun airnya deras keadaannya banjir," ujar Wahyudin, Jumat (22/8/2025).

Baca juga: Viral Peluncuran Uang Baru Rp 250.000 Setelah HUT RI 2025, Begini Fisik dan Faktanya

Wahyudin menjelaskan, tempat pemakaman umum berada di seberang sungai tepat di Kampung Cibungur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, sehingga tidak ada pilihan lain bagi warga selain menuruni sungai yang cukup deras.

"Jadi ini kami perbatasan dengan Kampung Cibungur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, sementara kuburan atau makam umum itu ada di Cibungur. Jadi saya terpaksa dengan warga untuk melintasi sungai ketika ada warga yang meninggal," ucap Wahyudin.

Mirisnya, tak hanya sekali itu saja warga menggotong keranda mayat saat melakukan pemakaman warga meninggal, berkali-kali warga bertaruh nyawa melalui sungai tersebut.

"Itu sebenernya bukan sekali, udah sering itu ketika jembatan putus, kalau kemarin-kemarinnya ketika masih ada jembatan lewat jembatan. Sekarang kan gak ada jembatan jadi terpaksa turun ke sungai," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hiqmah, membenarkan kejadian tersebut.

Dasep mengatakan, jembatan terputus pada Desember 2024 lalu, warga pun sempat kembali membangun dengan gotong royong, namun jembatan kembali rusak bahkan habis tergerus banjir pada Maret 2025.

Akibatnya, warga terpaksa harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk beraktivitas.

"Jembatan tersebut betul-betul satu-satunya akses buat ekonomi, jual beli, pendidikan, kesehatan, kebetulan warga kami areal pesawahannya ada di desa sebelah, melintasnya ya akses satu-satunya jembatan putus ini," kata Dasep. (*)

Baca juga: Viral di Medsos, Benarkah Gaji Anggota DPR Naik Rp3 Juta Per Hari? Ini Kata Puan Maharani

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved