Rabu, 13 Mei 2026

Susi Pudjiastuti Pengen Ngamuk Saat Profesor Unpad Bilang Begini, Tapi Pilih Walk Out Keluar

Susi Pudjiastuti Pengen Ngamuk Saat Profesor Unpad Bilang Begini, Tapi Pilih Walk Out Keluar

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/padna
ALASAN WALK OUT - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan alasan dirinya walk out dari rapat dialog penolakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran yang digelar sepekan lalu. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan alasan dirinya walk out dari rapat dialog penolakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran yang digelar sepekan lalu.

Susi mengaku tidak sepakat dengan pernyataan seorang profesor dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang menyebut bibit lobster akan mati percuma jika tidak ditangkap.

"Dia ngomong di rapat, kalau bibit lobster gemes itu tidak ditangkap, nanti juga mati. Saya mau ngamuk, tapi tidak enak karena beliau sudah tua, lebih tua dari saya."

"Daripada saya marah ke orang tua, apalagi seorang dosen, profesor lagi, ya saya pilih keluar rapat," ujar Susi kepada sejumlah wartawan di bandara internasional beach street Susi Air Pamugaran, Rabu (13/8/2025) siang.

Menurut Susi, pemikiran tersebut keliru karena setiap makhluk yang mati di laut tetap menjadi bagian dari rantai makanan.  

"Tidak ada percuma dalam ekosistem. Kalau mati di laut, ya dimakan makhluk lain. Profesor seperti itu namanya bodoh," katanya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap akademisi itu.  

"Ibu Susi kecewa, saya juga kecewa. Seharusnya akademisi menyampaikan pendapat secara lurus dalam konteks apapun," ucapnya.

Jeje pun mempertanyakan kehadiran profesor dalam forum dialog di Samsat Pangandaran, apakah sebagai akademisi atau konsultan bagi perusahaan yang mengoperasikan KJA.  

"Kalau datang sebagai konsultan, ya harus jelas ngomong sebagai konsultan. Kalau sebagai akademisi, harusnya membahas tidak hanya dari sisi perikanan, tapi juga aspek lingkungan, pariwisata, dan tata ruang wilayah," kata Jeje.

Ketidakjelasan posisi akademisi dan minimnya melibatkan pemerintah daerah dalam proses perizinan KJA menjadi satu sumber polemik di masyarakat pesisir.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved