Dua Rumah Warga Singaparna yang Ambruk karena Banjir Belum Dapat Bantuan
Dua Rumah Warga Singaparna yang Ambruk karena Banjir Belum Dapat Bantuan dari dinas terkait
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dua rumah milik warga RT 08/03 Kampung Cilembu Sentral, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang ambruk tidak tersentuh perbaikan.
Bahkan bangunannya kembali ambruk terjadi pada Rabu (13/8/2025) dinihari dan saat ini sudah tidak bisa ditempati pemiliknya.
Ketua RT 08 Kampung Cilembu Agus Rohman menjelaskan, rumah milik warganya sejak dilanda bencana banjir sampai sekarang tidak ada tindaklanjuti dan perbaikan dari instansi terkait.
Dampaknya kedua pemilik rumah tidak bisa menempati kediamannya, karena tingkat kerusakannya sudah parah.
"Ini dampak rumah yang terkena erosi dan ambruk lagi sehingga sudah tidak bisa dihuni, tolong pemerintah terkait yang menanggulangi bencana segera dilakukan penanganan serius," ungkap Agus kepasa wartawan TribunPriangan.com, Rabu (13/8/2025).
Pasca bencana awal Agustus sampai sekarang, tidak ada perbaikan dan hanya ada pendataan tapi belum ada realisasi.
"Sekarang sudah 10 hari warga menanti bantuan karena trauma perpanjangan, dan kami harap segera ditindaklanjuti dan minta petunjuk soal dampak bencana ini," ucap Agus.
Agus juga memohon kepada aparat terkait karena belum ada solusi untuk tempat tidur pemilik rumah.
"Yang ada di rumah sudah tidak bisa apa-apa karena rusak parah," katanya.
Diketahui, banjir dan longsor melanda dua Kecamatan Singaparna dan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (4/8/2025) dinihari akibat diguyur hujan deras sejak semalam.
Untuk banjir terjadi di Kampung Cilembu Sentral, di wilayah Desa Cikunten Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Beberapa rumah terendam banjir dengan ketinggian 30 sampai 50cm akibat luapan sungai Sosopan.
Ada dua rumah yang berada di pinggir sungai sosopan milik Engkos dan ibu Mumu dengan kedalaman air sampai 30 sampai 50cm.
Beberapa titik longsor dan juga banjir di Kecamatan Singaparna dan Sariwangi mengakibatkan banyak ruas jalan rusak terdampak longsor. (*)
| Relokasi Pedagang Pantai Pangandaran Jadi Temuan BPK, Aset Rp 50 Miliar Terbengkalai |
|
|---|
| Pipa Bocor, Direktur Perumda Tirta Sukapura Minta Maaf dan Pelanggan Berhemat Air |
|
|---|
| 39 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Akan Diguyur Hujan Ringan Hari Ini |
|
|---|
| Gempa 4.0 Guncang Laut Selatan Kabupaten Tasikmalaya Dini Hari Tadi |
|
|---|
| Peringati Hari Otonomi Daerah Tahun 2026, Bupati Tasikmalaya Fokuskan Tiga Prioritas Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/rumahkembaliambrukburk.jpg)