Kamis, 21 Mei 2026

Uniknya Gaun Tahu dari Busa dan Wallpaper Bekas Perayaan Hari Anak Nasional di Sumedang

Anak-anak dari Kober Jantung Hati, Desa/Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang menarik perhatian.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Kiki Andriana
GAUN TAHU - Anak-anak saat perayaan Hari Anak Nasional pakai gaun tahu di Gor Tajimalela, Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Kamis (31/7/2025).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Anak-anak dari Kober Jantung Hati, Desa/Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang menarik perhatian. Kostum yang mereka kenakan tak kalah mencolok dengan kostum lain yang hadir dalam perayaan Hari Anak Nasional di Gor Tajimalela, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/7/2025). 


Warna-warna yang mencolok serta bahan yang digunakan memang tidak lazim. Dua anak dari kober tersebut laki-laki dan perempuan. Yang perempuan mengenakan kostum seperti gaun yang dibuat dari bahan-bahan bekas sepeti karung bekas terigu, karton, dan bungkus nasi. 


Yang laki-laki juga sama menariknya. Dia berkostum seperti kostum yang dipakai tokoh pewayangan Gatotkaca, tokoh wiracarita yang bisa terbang tanpa sayap dan terkenal dengan slogan "otot kawat tulang besi".


Ciri utama Gatotkaca adalah di bagian punggunnya yang punya ornamen kegagahan. Seperti aslina, anak Kober Jantung Hati itu itu mengenakan ornamen itu, tapi yang terbuat dari kardus. 

Baca juga: Bupati Dony Ahmad Munir Sebut Keberadaan Kampus IPDN di Sumedang Jadi Magnet dan Inspirasi


"Ini Gatotkaca, kardus. Buatnya tiga hari. Yang buat adalah orang tua mereka dengan kami, pokoknya ada inspirasi, langsung dibuat dengan bahan seadanya," kata Sekarwati, Guru Kober Jantung Hati kepada Tribun Jabar.id. 


Anak-anak itu tampak sangat ceria dengan kostum tersebut. Mereka juga bersiap akan tampil ke panggung utama. 


"Senang," kata salah satu dari dua anak itu, di tengah suara gemuruh hadirin lain. 


Selain itu, ada juga dari Kober Nurussalam, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor. Sebanyak lima anak didandani dengan kostum yang bernuansa Sunda dan Sumedang. Anak-anak dari kober ini mengenakan gaun tahu lengkap dengan mahkota binokasih, ada pula kostum ubi cilembu dan masjid Al-Kamil. 


"Temanya kita memang bawa budaya Sunda dan Jatinangor sebagai daerah pendidikan, tapi di sini memang dicocokkan dengan Ka-Sumedangan,"


"Yang ikut lima anak, semuanya dari barang bekas kostumnya. Bener-bener barang bekas, ada yang putih bekas wallpaper belakang, barang bekas," kata Fitri Andriani, Kepala Sekolah Kober Nurus Salam. 

 


Sama, kostum-kostum itu dibuat dengan melibatkan masing-masing orang tua para murid. Kegiatan ini juga diapresiasi sebagai ajang menumbuhkan kreatifitas anak-anak, guru, dan orang tua. 


"Bersinergi antara orang tua dan guru. Saya senang dengan ungkapan anak hebat terlahir dari ibu yang terlibat," katanya. 


Acara itu dihadiri Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir , Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan, dan sejumlah pejabat. Selain para guru dan anak-anak didik mereka, para orang tua juga hadir menyemarakkan perayaan Hari Anak Nasional itu. Hari Anak Nasional jatuh setiap tahunnya pada 23 Juli.

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved