Jumat, 10 April 2026

Kades Buniasih Tasikmalaya Mundur Setelah Didemo Warganya Hari Ini

Dede Egi Ramdani akhirnya mundur dari jabatannya sebagai Kades Buniasih, setelah dinilai buruk selama satu periode menjabat

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/jaenal abidin
GELAR AKSI - Ratusan warga ketika menggelar aksi di depan kantor Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (15/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dede Egi Ramdani akhirnya mundur dari jabatannya sebagai Kades Buniasih, setelah dinilai buruk selama satu periode menjabat.

Mundurnya Dede imbas dari aksi demo yang dilakukan ratusan warga dari enam kampung di wilayah Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (15/7/2025).

"Iya hari ini resmi mundur dan sudah menandatangani di hadapan perwakilan warga dan Pemdes serta Pemcam Kadipaten," ungkap Ketua BPD Desa Buniasih Zenal Abidin kepada wartawan TribunPriangan.com, 

Setelah mundur, nantinya pihak BPD bakal mengusulkan ke Pemerintah Kecamatan untuk penunjukan pejabat sementara (Pj) untuk mengisi kekosongan jabatan di Desa Buniasih.

"Menurut aturan, kami akan mengusulkan ke Pemcam untuk pemberhentian kepala desa dan penunjukan Pjs dan plh, Pj itu SK dari bupati sedangkan Plh menunggu turun SK bupati paling lama 30 hari bisa dari perangkat desa sesuai ketentuan kesiapannya," ucap Zenal.

Ketika ditanyai Kepala Desa tak menemui langsung warga, ia mengaku bahwa kondisinya shock dan menjaga keamanan di luar.

"Tadi sudah dihadiri perwakilan warga juga, dan tadi memang warga meminta kades hadir, tapi tidak jadi," jelasnya.

Senada dikatakan perwakilan warga Desa Buniasih Muhamad Topik Ismail (46) membenarkan bahwa kades sudah resmi mundur dari jabatannya.

Selanjutnya, warga bakal mengawal terus proses penggantian pejabat sementara yang nanti mengisi kekosongan kades.

"Alhamdulillah sudah mundur sebagai Kades Buniasih, permintaan dari warga ini imbas program pembangunan tidak berjalan hingga gaji RT dan RW tak sampai ke tangan yang berhak," tegasnya.

Padahal sejak tahun 2023 sudah diingatkan, sampai 2024 hingga 2025 tapi tidak ada realisasi pembangunan maupun informasi yang disampaikan ke masyarakat.

"Selain anggaran pembangunan tidak transparan, kita berkomunikasi dengan kades tidak ada, bahkan meminta musyawarah tidak pernah hadir. Makanya dengan berat hati dia (kades) mundur dari jabatannya," kata Ismail yang mewakili aspirasi masyarakat Buniasih.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved