Kamis, 14 Mei 2026

Banyak Atlet Kabur dari Pangandaran, KONI: Melepas Berat Tapi Kami Bisa Apa

Minim anggaran, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran menyayangkan banyak atlet berbagai cabang olahraga kabur

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/padna
KETUA KONI - Agus Mulyana Ketua KONI Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Minim anggaran, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran menyayangkan banyak atlet berbagai cabang olahraga (Cabor) hijrah ke daerah lain.

Ketua KONI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan, para atlet yang hijrah ke daerah lain sebelumnya sudah sangat berbakat di bidangnya.

Tapi karena keterbatasan anggaran, mereka memilih pindah dengan menerima sejumlah penawaran kesejahteraan dan fasilitas lain.

"Banyak atlet yang hijrah ke daerah lain. Saya tidak bisa melarang, karena mereka mencari keberlangsungan karier dan prestasi," ujar Agus kepada Tribun di kantornya di Pangandaran, Senin (14/7/2025) siang.

Meskipun perpindahan atlet harus melalui mekanisme resmi, seperti pengajuan surat pindah dari Cabor untuk direkomendasikan ke KONI, Agus mengaku dilema.

"Kalau saya menghalang-halangi, sama saja memutus karier mereka. Dilema, melepas berat, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

Beberapa atlet dari cabor potensial seperti dayung dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) bahkan telah mengajukan pindah ke daerah lain seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tasikmalaya.

Sebelumnya, Agus mengaku sudah beberapa kali mengusulkan agar atlet berprestasi dapat diakomodasi sebagai tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah.

Termasuk Perumda, agar tetap bisa mengabdi dan membawa nama harum Kabupaten Pangandaran. Tapi, upaya tersebut belum mendapat respons memadai."Responnya tidak sesuai ekspektasi kita, sulit sekali," ucap Agus.

Sementara Kepala Bidang Olahraga di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Arman Danismaya, mengaku, pihaknya sudah menindaklanjuti usulan dari KONI dengan mengajukannya ke Bagian Keuangan Daerah. Nantinya, dana hibah akan disalurkan langsung ke rekening organisasi.

Namun, saat ini banyak daerah termasuk Kabupaten Pangandaran terdampak efisiensi anggaran yang menyebabkan minimnya dukungan terhadap pembinaan atlet.

"Atlet latihan dan bertanding dengan modal sendiri, dan kami tidak bisa melarang mereka pindah. Pemerintah daerah saat ini memang masih belum stabil," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved