Rabu, 6 Mei 2026

Bandung Kota Termacet Se-Indonesia, Ini Respons Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menyoroti hasil survei TomTom Traffic Index 2024 yang menempatkan Bandung sebagai Kota termacet

Tayang:
Editor: ferri amiril
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
MACET - Arus kemacetan dari Kota Bandung menuju Lembang 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menyoroti hasil survei TomTom Traffic Index 2024 yang menempatkan Bandung sebagai Kota termacet di Indonesia dengan waktu tempuh perjalanan rata-rata 15 menit per 10 kilometer.

Menanggapi hasil survei tersebut, Dedi menyebut jika kemacetan di Bandung biasanya terjadi pada akhir pekan, karena banyak tempat di Bandung menjadi tujuan wisata dari luar kota dan ruas jalan yang tidak bertambah.

Masalah lain, kata dia, keberadaan traffic light yang justru membuat jalan semaksimal macet

"Kita lagi membuat analisis tentang traffic light, karena traffic light itu justru bikin macet. Bisa enggak ke depan, traffic light itu membuat menjadi lancar," ujar Dedi, dikutip Sabtu (12/7/2025). 

Sebab, kata dia, bisa saja perhitungan penempatan traffic light di Kota Bandung ini belum tepat. 

"Nah, ini kita lagi ngitung nih, biar tepat," katanya.

Berikutnya, kaya dia, solusi dari kemacetan adalah transportasi publik yang terintegrasi. Jawa Barat ini, terdiri dari kabupaten/kota dan masing-masing wilayah punya keputusan sendiri-sendiri.

"Baru kali ini nih, Bupati/Wali Kota kompak, terorkestrasi dan kita sudah punya rancangan, sudah bicara dan berkirim surat ke Kemenhub, rincian biaya yang sudah disampaikan," katanya.

Diharapkan, usulan dari pemerintah Provinsi  Jawa Barat dan Bappenas untuk program transportasi publik dengan nilai investasi hampir hampir Rp22 triliun dapat terealisasi.

"Tetapi ini baru usulan dan baru hasil penghitungan konsultan, realisasinya ya kita tunggu pemerintah pusat, karena kan kalau menyangkut investasi dari luar itu kan harus perizinan dari Menteri Keuangan," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved