5 Bencana Terjang 4 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya
FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada lima kejadian bencana alam yang menerjang 4 kecamatan selama dua hari di wilayah Kabupaten Tasikmalaya
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada lima kejadian bencana alam yang menerjang 4 kecamatan selama dua hari di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Bencana yang menerjang mulai banjir, pohon tumbang, dan longsor akibat cuaca ekstrim yang memicu hujan deras disertai angin kencang, Senin (19/5/2025).
Kecamatan yang terkena bencana adalah Kecamatan Sukahening, Cisayong, Rajapolah, dan Salopa.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya, mengatakan sebelumnya pada Minggu (18/5/2025) telah terjadi banjir dan tanah longsor yang menerjang Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa.
Jembar mengatakan, untuk bencana banjir disebabkan oleh luapan Sungai Ciniru, sementara tanah longsor terjadi di Jalan Raya Salopa-Cikatomas (Leuwi Hieum) dengan lebar sekitar lima meter dan ketebalan 50 sentimeter.
“Dampak dari bencana ini adalah dua bangunan rumah rusak sedang di Kampung Sukahurip dan Kampung Karanganyar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Jembar ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com.
Upaya tanggap darurat anggota Tagana Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan assessment ke lokasi kejadian untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga terdampak.
“Upaya lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga, serta membersihkan material longsor yang menutupi jalan,” ungkap Jembar.
Selain itu, untuk bencana lain yakni pohon tumbang dan rumah roboh terjadi di Kampung Cienggang RT 01/03 dan Kampung Pangkalan RT 01/03 Desa Kudadepa Kecamatan Sukahening.
“Penyebab bencana di Kecamatan Sukahening ini adalah cuaca ekstrem dengan hujan besar dan angin kencang. Dampak dari kejadian ini pohon tumbang dan satu rumah roboh dengan rusak ringan milik Pak Endun,” ucapnya.
Ia mengatakan, tim Tagana dan aparat terkait lainnya sudah melakukan assessment dan koordinasi dengan aparatur desa setempat untuk menangani kejadian ini.
Bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Kudadepa Kecamatan Sukahening, dengan penyebab kejadian adalah intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah atau tebing yang labil.
Untuk kronologi kejadian, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukahening tinggi hingga menyebabkan tanah longsor menimpa rumah warga.
"Dampaknya rumah yang tertimpa longsoran dan pohon tiga rusak berat dan empat rusak ringan," katanya.
Kejadian longsor lain terjadi di Desa Sukamukti Kecamatan Cisayong tepatnya di jalan Tanjakan Sukamaju-Tejakalapa, Desa Sukamukti pada Senin (19/5/2025) pukul 15.30 sore.
Terakhir titik lokasi bencana terjadi di Kampung Ciengang RT 01 RW 03 Desa Kudadepa Kecamatan Sukahening. Akibat hujan deras rumah warga roboh. (*)
| Satu Orang Calon Haji Asal Kabupaten Tasikmalaya Gagal Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Wabup Tasikmalaya Melepas 178 Calon Jemaah Haji Kloter 29 ke Tanah Suci |
|
|---|
| Baznas Ciamis Salurkan Rp 145,5 Juta untuk Korban Bencana, Bupati Sebut Gotong Royong Jadi Kekuatan |
|
|---|
| Pemkab Tasikmalaya Percepat Penyiapan Lahan Sekolah Rakyat Permanen di Pancatengah |
|
|---|
| Digeruduk Ratusan Petani Pangandaran, BBWS Citanduy Janji Tindaklanjuti Tuntutannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/lonsgorcisayongdong.jpg)