Kamis, 16 April 2026

Buntut Keracunan, Disdik Tasikmalaya Minta Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan program makanan bergizi gratis (MBG) dihentikan sementara di wilayah Kecamatan Rajapolah

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Tribunpriangan.com/Jaenal Abidin
SISWA SMP KERACUNAN - Salah satu siswi asal Rajapolah ketika mendatangi puskesmas Rajapolah untuk dilakukan pemeriksaan kondisinya usai menyantap menu MBG, Kamis (1/5/2025). 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan program makanan bergizi gratis (MBG) dihentikan sementara di wilayah Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (2/5/2025).

Diketahui pada Rabu (30/5/2025) terdapat puluhan pelajar harus dilarikan ke Puskesmas Rajapolah mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di setiap sekolah wilayah Rajapolah.

Terdapat ada sekitar 25 pelajar yang sudah ditangani Puskesmas Rajapolah, sedangkan ada sekitar 9 orang masih mendapatkan penanganan medis.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Jani Maulana menjelaskan, pihaknya meminta untuk kegiatan program MGB ini dihentikan sementara waktu.

Menurutnya, kejadian ini masih dilakukan penanganan terhadap puluhan pelajar yang ditangani Puskesmas karena mengalami keracunan.

"Sementara ini telah diusulkan dihentikan MBG di wilayah Rajapolah, karena berdasarkan informasi untuk tahapan pembagian program MBG sudah sesuai SOP," ungkap Jani ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com, Jumat (2/5/2025).

Bahkan saat ini Dinas pendidikan langsung memerintahkan untuk koordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait melakukan pendataan terhadap anak akibat faktor makanan tersebut.

"Kita sudah melakukan pendataan semua anak didata yang kemungkinan faktor makanan saat dibagikan hari Rabu," tegasnya.

Namun, sampai saat ini pihaknya juga menunggu hasil uji lab yang dilakukan terhadap makanan dan dikirimkan ke Bandung.

"Sampel dikirimkan ke Bandung, nanti kita menunggu hasilnya," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved