Minggu, 10 Mei 2026

Pelayanan Rumah Sakit Jadi Sorotan, Bupati Ciamis Tekankan Humanisme

Pelayanan kesehatan kembali menjadi perhatian utama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Setelah menginspeksi langsung

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
istimewa
SIDAK - Bupati Herdiat Sidak RSUD Ciamis, Sejumlah Dokter Belum Hadir di Ruang Praktik 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pelayanan kesehatan kembali menjadi perhatian utama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Setelah menginspeksi langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, Bupati melanjutkan sidaknya ke RSUD Kawali pada Rabu (23/4/2025).

Hal itu dilakukan dengan satu misi yaitu memastikan layanan kesehatan benar-benar hadir untuk rakyat.

Di RSUD Kawali, Bupati menelusuri setiap sudut ruang pelayanan, dari poliklinik umum hingga fasilitas pendukung lainnya. 

Fokusnya bukan sekadar kelengkapan fasilitas, tapi juga komitmen para tenaga medis untuk hadir tepat waktu dan melayani sepenuh hati.

“Bukan hanya soal sarana dan prasarana. Yang lebih penting adalah kesiapan batin dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dokter harus hadir tepat waktu, karena masyarakat datang dengan harapan dan rasa sakit,” ujar Bupati Herdiat.

Ia menyampaikan bahwa keterlambatan pelayanan, terutama dari dokter spesialis, bisa menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan negara. Oleh karena itu, disiplin menjadi harga mati.

Lebih jauh, Bupati juga menekankan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Baginya, rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, tetapi juga cermin keadilan sosial.

“Jangan sampai ada masyarakat miskin yang dipinggirkan. Mereka harus mendapat perlakuan yang sama, bahkan lebih diperhatikan. Itulah makna kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Sidak ini bukan yang pertama dilakukan Bupati, namun selalu membawa pesan yang sama, negara harus hadir dengan wajah yang manusiawi. 

Ia berharap jajaran manajemen rumah sakit terus memperbaiki mutu pelayanan dan membangun budaya kerja yang responsif serta berempati.

“Kalau pelayanan kita baik, masyarakat merasa dihargai. Rumah sakit harus menjadi tempat yang memberi harapan, bukan kecemasan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved