Rabu, 6 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 28 Maret 2025/ 28 Ramadhan 2025: Penghujung Bulan Ramadhan

Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 28 Maret 2025/ 28 Ramadhan 2025: Penghujung Bulan Ramadhan

Tayang:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Jamaah memanjatkan doa seusai mengikuti Salat Jumat perdana di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022). (Dok: TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.

Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan. 

Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H/28 Maret 2025: Sudah Siapkah Kita Berpisah dengan Ramadhan?

Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini TribunPriangan.com ingin mengulas tentang salah satu judul: Penghujung Bulan Ramadhan, dikutip dari NU Onine.

Khutbah I

اَلحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥ 

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah.  

Pada  kesempatan ini, khatib mengajak jamaah dan juga diri khatib pribadi untuk senantiasa menjaga serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Takwa sebagaimana yang banyak dijelaskan oleh para ulama, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan yang ditetapkan oleh-Nya.    

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Maret 2025: Alasan Penting Tuntaskan Amalan Jelang Ramadhan Berakhir

Semoga dengan ketakwaan yang diupayakan di dalam kehidupan yang kita jalani, akan membawa kita kepada kemudahan dan jalan keluar bagi setiap problematika kehidupan serta memberikan kita syafaat dan menjadi penolong di hari perhitungan kelak. Amin.   

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah. 

Khatib berharap agar pribadi kita semua dapat memanfaatkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, dengan penuh ketekunan dalam beribadah kepada Allah serta memperbanyak amalan yang dapat menjadikan kita sebagai hamba yang diampuni oleh-Nya berkat hadirnya bulan Ramadhan.    
Banyak sekali amalan yang dapat dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan khatib mengimbau agar waktu berharga ini jangan terlewat begitu saja. Di antara amalan-amalan utama yang dapat dikerjakan adalah memperbanyak i’tikaf di masjid pada malam hari.  

Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra:    

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ   

Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan [dan kebiasaan ini berlanjut hingga] beliau wafat. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat (HR. Bukhari).   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 2025: Memanfaatkan Waktu di Akhir Ramadhan

Kebiasaan Rasulullah saw yang demikian juga merupakan bentuk upaya dan usaha beliau dalam menghidupkan hari-hari terakhir di malam bulan Ramadhan. Tingkat upaya dalam menghidupkan malam ala Rasulullah saw kian menuju akhir Ramadhan kian tinggi semangatnya dalam beribadah. 

Disebutkan dalam sebuah hadits:   

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.  

Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya (HR. Muslim). Al-Munawi dalam Faydhul Qadir menjelaskan perihal upaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sepuluh hari terakhir bukan sekadar bangun malam saja, akan tetapi mengisinya dengan ibadah yang lebih giat daripada malam-malam lainnya (Al-Munawi, Faydhul Qadir, [Mesir: al-Maktabah at-Tijjariyyah, 1356], jilid V, halaman 203).   

Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya beribadah sendirian, akan tetapi beliau mengajak keluarganya untuk menghidupan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan. Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Zainab binti Salamah, istri Rasulullah:   

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَقِيَ مِنْ رَمَضَانَ عَشْرَةُ أَيَّامٍ يَدَعُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يُطِيقُ الْقِيَامَ إِلَّا أَقَامَهُ     

Artinya: Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan shalat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat (Riwayat yang disampaikan oleh Zainab binti Salamah, dikutip oleh Ibnu hajar al-‘Asqallani dalam Fathul Bari). 

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 2025: Zakat Fitrah, Ibadah Sosial Menuju Takwa dan Kesejahteraan

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah. 

Selain menghidupkan malam-malam hari di sisa bulan suci Ramadhan, kita juga dapat melengkapi ibadah-ibadah individual kita seperti shalat, puasa dan i’tikaf dengan ibadah-ibadah sosial. Bulan Ramadhan menjadi momen penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita semua.    

Berbuat baik di bulan Ramadhan dapat diimplementasikan salah satunya dengan berbagi dan bersedekah, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Tentunya sedekah-sedekah di sini bukanlah zakat, sebab zakat sudah menjadi kewajiban bagi yang mampu melakukannya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  

 عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ   

Artinya: Diriwayatkan dari Anas, ada yang bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?" Beliau menjawab, "Sedekah di bulan Ramadhan". (HR At-Tirmidzi).    

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Maret 2025: Pahala dari Allah SWT Setelah Puasa Ramadhan

Berangkat dari hadits tersebut, sebagian ulama menyimpulkan bahwa sedekah merupakan amalan utama di bulan Ramadhan, bahkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan amalan mulia ini disunnahkan untuk dikerjakan.  

 وَيُسَنُّ الإِكْثَارُ مِنَ الصَّدَقَةِ فِي رَمَضَانَ لَا سِيَّمَا فِي عَشْرِهِ الْأَوَاخِرِ    

Artinya: Disunnahkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, terlebih pada 10 hari terakhir (Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Fikr, t.t.], jilid I, halaman 183).    

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah. Penjelasan yang telah disampaikan oleh khatib kiranya dapat memotivasi kita semua untuk memaksimalkan hari-hari terakhir pada bulan Ramadhan agar kita semua mendapatkan keutamaannya.  

Jangan sampai satu hari pun terlewat, sedangkan kita belum beramal sama sekali. ‘Abdullah bin Mas’ud pernah berkata:   

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ، نَقَصَ فِيهِ أَجَلِي، وَلَمْ يَزِدْ فِيهِ عَمَلِي     

Artinya: Aku tidak menyesali sesuatu pun selain hari di mana matahari terbenam, di mana umurku berkurang sedangkan amalku tidak bertambah.” (Yusuf ‘Abdul Hamid al-Mursyidi, al-Mawsu’ah fi Tsawabil ‘Amalish Shalih. Demikianlah khutbah yang dapat kami sampaikan pada siang hari Jumat yang penuh berkah ini. Semoga kita semua dapat memanfaatkan hari yang tersisa di bulan suci Ramadhan dengan sangat baik, mudah-mudahan amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan malam Lailatul Qadar.  

 بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 28 Maret 2025: Memaksimalkan Akhir Ramadhan dengan Ibadah dan Amal Saleh

Khutbah II

الحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفى، وَعَلى آلِه وَأَصْحَابِه أَهْلِ الْوَفَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ

فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبى ويَنْهى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved