Kamis, 23 April 2026

Tarif Ongkos Bus Budiman Naik Rp 20-30 Ribu Selama Mudik dan Balik Lebaran

Soal kenaikan tarif ongkos menurut Randhi ada kenaikan sejak H-7 sebesar Rp 20 hingga Rp 30 ribu semua jurusan

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/jaenal abidin
TARIF ONGKOS - Soal kenaikan tarif ongkos menurut Randhi ada kenaikan sejak H-7 sebesar Rp 20 hingga Rp 30 ribu semua jurusan 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - H-5 arus mudik lebaran 2025 kondisi pool bus budiman nampaknya belum mengalami lonjakan yang signifikan, bahkan diprediksi peningkatan penumpang terjadi pada H-3 lebaran.

Pantauan di lokasi, penumpang yang menggunakan jasa transportasi bus di pool Budiman belum nampak ada lonjakan, bahkan kondisi sangat berbeda dengan tahun kemarin.

Sejak H-7 hingga H-5 penumpang yang mengarah dari Tasikmalaya menuju daerah Jabodetabek hingga Jawa Tengah masih sepi.

"Sejak H-7 sampai H-5 ini jumlah peningkatan belum membeludak, tapi untuk daerah Banjar dan pangandaran sudah ada peningkatan, mungkin puncaknya di tanggal 28 Maret 2025," ungkap bagian Informasi Pool Budiman Randhi Munajat ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com, Rabu (26/3/2025).

Randhi menjelaskan, kondisi untuk tahun sekarang kebanyakan pemudik baru meningkat pas akhir bulan, dan sangat berbeda lonjakan dengan tahun 2023.

"Kalau Tahun kemarin itu H-7 sudah mulai ramai, tapi sekarang puncaknya 28 dan kebanyakan yang merantau dari daerah kawasan pabrik di Bekasi belum pada libur," kata Randhi.

Soal kenaikan tarif ongkos menurut Randhi ada kenaikan sejak H-7 sebesar Rp 20 hingga Rp 30 ribu semua jurusan untuk angkutan daerah Jabodetabek dan Jawa Tengah.

"Jurusan banyak, Tasik-Bandung, kalideres, Depok, Tangerang, Bekasi. Untuk jurusan terjauh yakni Ponorogo, Madiun, dan Semarang," jelasnya.

Sementara Humas Pool Budiman Ahmad Lujen mengaku sampai saat ini belum ada lonjakan penumpang di semua jurusan angkutan di Pool Budiman.

"Biasanya H-3 baru puncaknya, karena dilihat dari pemesanan lewat aplikasi dan cukup signifikan. Dan Peningkatan belum mencapai 50 persen, unit pun sedikit yang keluar," ucap Ahmad.

Setiap harinya pun pihaknya tidak bisa menentukan jumlah mobil yang keluar, karena mengikuti pesanan yang lewat aplikasi maupun lewat agen bus.

"Penumpang yang tak miliki aplikasi kita layani juga melalui agen, dan saat ini kebanyakan penumpang melakukan pemesanan lewat aplikasi," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved