Kamis, 14 Mei 2026

Pangandaran Surplus Beras, Berikut Penjelasan Kepala Dinas Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan menyebut, tahun 2024 lalu Kabupaten Pangandaran mengalami surplus beras

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Priangan/Jaenal Abidin
SURPLUS BERAS - Ilustrasi Stok beras di gudang Bulog Tasikmalaya, Rabu (18/12). Kini Pangandaran Surplus Beras, Bisa Jual ke Luar Daerah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan menyebut, tahun 2024 lalu Kabupaten Pangandaran mengalami surplus beras sebanyak 101.946,6 ton.

Sedangkan produksi beras di Kabupaten Pangandaran cukup lumayan banyak yaitu mencapai 210.540,34 ton.

"Sementara tingkat konsumsi beras warga di Pangandaran itu hanya sebanyak 108.593 ,74 ton. Artinya, surplusnya 101.946,6 ton," ujar Yadi melalui WhatsApp, Rabu (26/3/2025) siang.

Jika total produksinya 210.540,34 ton, itu berarti hanya setengahnya yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

"Ya alhamdulilah, berarti bisa menjual keluar. Kita ini memang surplus soal padi atau beras ini," katanya.

Baca juga: Persiapan Libur Lebaran, Objek Wisata Aquarium Indonesia Pangandaran Akan Tampilkan 3 Event

Dengan surplus yang begitu besar, tentu bisa juga menjadi cadangan pangan di Badan Urusan Logistik (BULOG).

Sementara ini untuk harga gabah kering pungut mencapai Rp 6.500 per kilogram. Dan hal itu sesuai dengan harga pembelian padi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

"Ya, saya kira dengan harga segitu masih cukup tinggi. Harga padi atau gabah tidak terlalu anjlok parah," ucap Yadi.

Kemudian mengenai gabah pungut juga sudah disampaikan ke para petani melalui kelompok Gapoktan. "Ya, agar tidak terjadi kesalahpahaman soal harga," ujarnya. 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved