Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Dayeuhkolot

Banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot Setinggi Lutut Orang Dewasa Sejak Jumat, Warga Terpaksa Jalan Kaki

Masyarakat yang hendak melewati jalan terpaksa berjalan kaki atau menyewa perahu ala kadarnya yang disediakan warga sekitar.

Tayang:
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Pilatrama
BANJIR DAYEUHKOLOT - Seorang warga sedang melintasi jalan raya Dayeuhkolot yang tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa, Minggu (9/3). Banjir yang menggenang jalan raya Dayeuhkolot ini sudah terjadi sejak Jumat (7/3). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Akses jalan raya Dayeuhkolot mulai dari depan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa terputus dan tak bisa dilintasi kendaraan roda dua dan empat, Minggu (9/3/2025).

Masyarakat yang hendak melewati jalan terpaksa berjalan kaki atau menyewa perahu ala kadarnya yang disediakan warga sekitar.

Petugas Unit Lantas Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung, Aiptu Roki Sumarlin menyatakan, kendaraan tak dapat melintas lantaran ketinggian air mencapai di atas lutut orang dewasa. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak Jumat (7/3/2025) malam.

Baca juga: Ratusan Rumah dan Jalan di Derwati Kota Bandung Masih Terendam Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

"Ya pengendara mesti putar balik, karena jalanan tak bisa dilalui. Tingginya lebih dari selutut," ujarnya ditemui di Jalan Raya Dayeuhkolot, Minggu (9/3/2025).

Aiptu Roki Sumarlin menjelaskan, genangan air terjadi di sejumlah titik, antara lain metro garmin, Cipurut setelah jembatan (Citeureup), kemudian Masjid besar Ash-Shofia.

Masyarakat dari kedua arah baik dari arah Kota Bandung atau sebaliknya terpaksa berjalan kaki menembus ketinggian air.

"Semakin ke sana itu semakin dalam ketinggian airnya, jadi ya terpaksa jalan kaki saja," ucap salahseorang warga, Deni Firmansyah (34) yang hendak bekerja ke wilayah kota Bandung. 

Hal senada dirasakan Wahyu (28) warga Ciparay yang memilih menaikkan motornya ke penyewaan perahu yang disediakan masyarakat sekitar. 

"Kemarin saya terjebak enggak bisa lewat akhirnya memutuskan buat meninggalkan motor. Dan hari ini, saya coba naikkan motor ke perahu buat tembus banjir, karena kalau dipaksakan jalan bakal mogok dan imbas ke mesin akan rusak," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved