Senin, 11 Mei 2026

Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Manis Ciamis Ingin Berjualan Sebelum Momen Idulfitri

Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Manis Ciamis Ingin Berjualan Sebelum Momen Idulfitri

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
RENOVASI - Budi pemilik Toko Setia Budi yang juga menjadi salah satu korban kebakaran di Blok A Pasar Manis Ciamis yang sedang memantau proses renovasi di kios miliknya, Rabu (5/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Setelah musibah kebakaran yang melanda Blok A Pasar Manis Ciamis pada Kamis (27/2/2025), proses pembangunan kembali kios-kios yang terdampak telah dimulai sejak pagi tadi, Rabu (5/3/2025).

Para pedagang yang kehilangan barang dagangan mereka kini menaruh harapan besar agar renovasi ini dapat segera diselesaikan, terutama menjelang Idulfitri, yang merupakan momen penting dalam aktivitas perdagangan.

H. Budi, pemilik Toko Setia Budi, salah satu korban kebakaran, mengungkapkan bahwa seluruh barang dagangannya, termasuk pakaian, gamis, koko, mukena, dan kerudung, habis terbakar. Meskipun mengalami kerugian besar, ia merasa sedikit lega karena pemerintah daerah telah bergerak cepat untuk memulai proses pembangunan kembali kios-kios yang rusak.

"Alhamdulillah, pembangunan telah dimulai sejak pagi. Dari pihak Pemda, mereka menyatakan keinginan untuk mempercepat proses ini. Namun, saya tidak ingin terburu-buru; saya lebih memilih untuk melihat situasi dan membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana. Kami para pedagang tentu ingin segera kembali berdagang," ujar H. Budi saat ditemui di kiosnya yang tengah direnovasi, Rabu (5/3/2025).

Ketika ditanya mengenai bantuan dari Gubernur Jawa Barat, ia mengungkapkan bahwa tidak ada komunikasi langsung dengan gubernur. Tim dari Gubernur Jabar justru hanya berkomunikasi dengan perwakilan pedagang, seperti Ibu Titin, yang pada akhirnya terlibat dalam kontroversi karena pernyataannya yang tidak sesuai dengan fakta.

"Bu Titin mengaku mengalami kerugian Rp 600 juta kepada Pak Dedi Mulyadi, mengklaim barang dagangannya habis tak tersisa. Namun, gambar yang ia kirim kepada gubernur justru kios saya. Ia juga menyatakan tidak bisa makan selama tiga hari. Begitulah keadaannya," jelasnya.

Saat ini, proses renovasi didanai oleh pemerintah daerah, sementara bantuan gubernur kepada H. Budi tidak ada. "Mengenai bantuan dari gubernur, saya tidak tahu. Intinya, kami hanya bisa menunggu dan berharap. Yang terpenting adalah kios dapat kembali berdiri, dan kami bisa kembali berdagang seperti sebelumnya," tambah H. Budi.

Renovasi pasar ini menjadi langkah awal dalam pemulihan ekonomi bagi para pedagang yang terdampak kebakaran. Budi mengakui bahwa saat ini ia masih bisa menjual sisa stok barang yang ada di rumahnya melalui kios milik anaknya yang juga berada di area Pasar Manis Ciamis.

"Tidak ada yang saya sembunyikan; saat ini saya masih berjualan di kios milik anak saya. Alhamdulillah, selain itu, saya juga memiliki beberapa kios yang saya sewakan di dekat rumah saya di Sindangkasih," imbuhnya.

Namun, yang pasti, Budi berharap dapat segera berjualan lagi di kiosnya yang sempat terbakar, karena ia khawatir mengenai nasib para pegawainya; jika ia tidak berjualan, dari mana mereka akan memperoleh penghasilan. Budi memiliki enam pegawai, semuanya perempuan. Menjelang lebaran ini, ia tidak ingin mengecewakan para pegawainya, sehingga ia tetap berjualan di kios milik anaknya agar mereka dapat terus bekerja.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved