Ramadan 2025
Berziarah Kubur Menyambut Bulan Ramadhan
Berikut ini terdapat penjelasan mengenai Hukum Ziarah Kubur Sebelum Masuk Bulan Ramadhan, Bolehkah dalam Islam?
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TRIBUNPRIANGAN.COM - 6 hari kedepan umat Muslim dunia akan segera masuk dalam bulan penuh berkah Ramadhan 1446 Hijriah.
Berbagai amalan pun sejatinya dianjurkan untuk dikerjakan untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Selain amalan, di Indonesia sendiri dikenal dengan daerah yang penuh dengan tradisi, begitupun saat memasuki bulan Ramadhan.
Salah satunya adalah dengan cara berziarah kek kuburuan para kerabat.
Lantas bagaimana Islam memandang hal ini?
Baca juga: Doa Penggiring Awal Ramadhan 2025: Latin, Arab, dan Terjemahannya, 1 Ramadhan 2025 Kapan?
Hukum Berziah dalam Islam
Mengutip dari laman Nahdlatul Ulama, secara bahasa ziarah memiliki arti berkunjung, atau mendatangi. Sementara secara istilah ziarah kubur diartikan dengan mengunjungi makam-makam orang yang sudah meninggal dengan tujuan untuk mendoakan mereka, mengirim surat Al-Fatihah, atau bacaan Al-Qur'an lainnya.
Biasanya ziarah kubur dilakukan pada momen-momen tertentu, salah satunya pada saat menjelang Ramadhan. Lantas, bagaimana hukumnya melakukan ziarah kubur sebelum Ramadhan dalam Islam?
Hukum Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan Menurut Islam
Jika berbicara tentang hukum ziarah kubur sebelum Ramadhan, sebenarnya tidak terdapat penjelasan secara spesifik di Al-Qur'an maupun hadits terkait. Kendati demikian, ziarah kubur merupakan anjuran dari Rasulullah SAW.
Baca juga: 1 Ramadhan 2025: Awal Puasa Kapan? Ini Jadwal Lengkap Link Pantauan Sidang Isbat di 134 Titik
Melansir dari video yang berjudul Hukum Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan, Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menjelaskan bahwa pada hakikatnya ziarah kubur disyariatkan dalam Islam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:
قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزورها فإنها تذكر الآخرة
Artinya: "Aku pernah melarang kalian ziarah kubur. Sekarang ziarahlah karena ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat."
Berdasarkan hadits tersebut, umat muslim diperintahkan untuk berziarah kubur. Namun yang harus diperhatikan adalah tujuan dari ziarah kubur yang dianjurkan.
"Tujuan ziarah kubur itu yang pertama yaitu mengucapkan salam, kedua mendoakan si mayit karena mereka butuh doa yang hidup, yang ketiga adalah supaya kita ingat kepada mati dan mengingat akhirat," ujar Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dikutip dari kanal YouTube RodjaTV, Sabtu (9/3/2024).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ziarah kubur tidak boleh dilakukan apabila tujuan ziarah kubur disalahgunakan. Contohnya seperti yang dilakukan sebagian orang menjelang Ramadan yaitu berziarah dengan tujuan minta diberikan berkah, minta dibukakan rezekinya, supaya mudah jodohnya, supaya tetap jabatannya dan sejenisnya.
Baca juga: 6 Hari Lagi Ramadhan 1446 H, Segera Tuntaskan Hutang Puasamu, Begini Cara dan Niatannya
"Ketika mereka ziarah kubur dengan tujuan meminta sesuatu, maka itu tidak boleh di dalam islam. Itu namanya syirik," lanjut Ustaz Yazid bin Abdul Qadir.
Artinya, selama dilakukan bukan untuk tujuan-tujuan tersebut, maka ziarah kubur jelang Ramadhan boleh-boleh saja.
Anjuran Ziarah Kubur
Mengutip dari buku Panduan Ziarah Kubur karya Sutejo Ibnu Pakar, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW awalnya melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur pada masa awal Islam. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah.
Rasulullah SAW awalnya khawatir jika izin untuk ziarah kubur diberikan, umat Islam mungkin akan terjerumus dalam perbuatan penyembahan terhadap kuburan. Namun, setelah keyakinan umat Islam terhadap aqidah menjadi kokoh dan tidak ada kekhawatiran terkait syirik, Rasulullah SAW akhirnya memberikan izin kepada para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur.
Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad tetah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat." (HR. AtTirmidzi)
Dengan hadits ini, izin untuk berziarah kubur menjadi diperbolehkan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, ziarah kubur sangat dianjurkan dalam agama Islam karena di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar.
Baca juga: Jadwal Libur dan Jam Kerja PNS Saat Ramadhan 2025, Dilengkapi Kalender Puasa 1446 H
Di antaranya adalah ziarah kubur membawa berkah bagi orang yang telah meninggal dunia dalam bentuk pahala bacaan Al-Quran, serta dapat menjadi pengingat akan kepastian kematian bagi orang yang melakukan ziarah.
Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah
Setelah mengetahui dalil tentang anjuran untuk ziarah kubur, detikers juga perlu mengetahui tata cara ziarah kubur sesuai dengan syariat Islam. Berikut adalah tata cara ziarah sesuai sunnah:
1. Mengucapkan Salam
Ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam. Adapun salam yang diucapkan adalah sebagai berikut:
السّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ أَنْتُمْ لَنَا فَرْطُ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ
Arab Latin: Assalâmu 'alâ ahlid diyâr, minal mu'minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyaallahu bikum lâhiqûn.
Artinya: Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.
Baca juga: Jadwal Lengkap Libur Selama Ramadhan 2025, Ada Libur Nasional Hingga Cuti Bersama
2. Membaca Surah Pendek
Setelah mengucap salam, umat muslim dianjurkan untuk membaca surah-surah pendek. Adapun surah pendek yang dianjurkan untuk dibaca saat ziarah kubur, yakni:
Surah Al-Qadar (7 kali)
Surah Al-Fatihah (3 kali)
Surah Al-Falaq (3 kali)
Surah An-Nas (3 kali)
Surah Al-Ikhlas (3 kali)
Ayat kursi (3 kali)
3. Membaca Doa
Tata cara selanjutnya adalah membaca doa. Berikut doa yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لَا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ
Arab Latin: Allahumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu'adzdziba hâdzal may-yit.
Artinya: Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.
4. Meletakkan Tangan di Atas Kuburan
Setelah membaca doa, kemudian letakkan tanggan di atas kuburan dan membaca doa yang ditujukan bagi orang yang meninggal. Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَأَنِسٌ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَيَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَالْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاهُ
Artinya: Allahumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw'atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghni biha 'an rahmatin min siwaka, wa alhighu biman kama yatawallahu.
Artinya: Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu.
Baca juga: Hitung Mundur Berapa Hari Lagi 1 Ramadhan 1446 H/2025?
Kapan 1 Ramadhan 2025
- Jadwal Puasa Ramadhan 2025 versi Pemerintah
Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadhan 1446 H. Biasanya, penentuan awal Ramadhan dilakukan melalui sidang isbat yang digelar menjelang akhir bulan Syaban.
Sidang isbat melibatkan metode rukyatulhilal atau pengamatan bulan sabit muda (hilal) yang dilakukan di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Data dari hasil rukyat kemudian dipadukan dengan metode hisab (perhitungan astronomi) sebelum akhirnya pemerintah mengumumkan awal puasa Ramadhan secara resmi.
Berdasarkan kalender Islam Hijriah tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kemenag, 1 Ramadhan 1446 H diperkirakan akan jatuh antara tanggal 28 Februari atau 1 Maret 2025. Namun, tanggal pasti masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan mendekati akhir bulan Syaban.
- Jadwal Puasa Ramadhan 2025 versi NU
Nahdlatul Ulama (NU) juga belum secara resmi mengumumkan tanggal pasti 1 Ramadhan 1446 H. NU umumnya mengikuti hasil sidang isbat yang digelar oleh Kemenag. Dalam menentukan awal bulan Ramadhan, NU menggunakan metode rukyatulhilal bil fi'li, yaitu mengamati hilal secara langsung sebelum menetapkan awal bulan hijriah.
Oleh karena itu, NU akan menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh pemerintah untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan 2025. Jika hilal terlihat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, maka awal puasa akan disesuaikan dengan hasil pengamatan tersebut.
- Jadwal Puasa Ramadhan 2025 versi Muhammadiyah
Berbeda dengan NU, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini tidak bergantung pada pengamatan fisik hilal, melainkan berdasarkan perhitungan astronomi yang memastikan hilal sudah muncul di atas ufuk.
Menurut Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025, awal Ramadhan 1446 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 28 Februari 2025. Sementara itu, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H akan jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.
(*)
Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News
| 1 Ramadhan 2025: Awal Puasa Kapan? Ini Jadwal Lengkap Link Pantauan Sidang Isbat di 134 Titik |
|
|---|
| Jadwal Lengkap Libur dan Jam Kerja PNS Ramadhan 2025 |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 21 Februari 2025: 5 Keistimewaan Umat Muslim di Bulan Ramadhan |
|
|---|
| Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Februari 2025: Amalan Menyambut Bulan Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Peziarah-mendoakan-keluarga-mereka-yang-menjadi-korban-gempa-dan-tsunami.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.