Minggu, 12 April 2026

Longsor di Ciamis, Toto Dengar Suara Kretek Sebelum Dinding Rumah Jebol

Bencana longsor kembali melanda Kabupaten Ciamis pasca diguyur hujan deras mulai siang hingga sore kemarin

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
JEBOL - Bencana longsor kembali melanda Kabupaten Ciamis pasca diguyur hujan deras mulai siang hingga sore kemarin 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Bencana longsor kembali melanda Kabupaten Ciamis pasca diguyur hujan deras mulai siang hingga sore kemarin.

Rumah Toto di Dusun Cibungkul, Desa Ciasadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis mengalami kerusakan yang cukup parah setelah tertimpa longsoran tebing.

“Tiba-tiba terdengar suara ‘kretek’, lalu tembok rumah jebol. Kamar dan ruang tengah rusak parah, termasuk lemari, TV, dan kulkas yang hancur," ungkap Toto saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/2/2025).

Diketahui, tebing yang longsor hingga menimpa rumah Toto diperkirakan tinggi 10 meter dan lebar 8 meter.

"Untuk sementara, saya dan keluarga mengungsi ke rumah kakak," tambahnya.

Dari pantauan Tribun, Toto dibantu warga lainnya mulai menyingkirkan material longsor seperti bebatuan dan tanah yang masuk ke dalam rumahnya sejak pagi tadi.

Selain longsor menimpa rumah Toto, bencana lainnya juga terjadi di 14 titik yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Cikoneng, Lakbok, Banjarsari, Banjaranyar, Cijeungjing, dan Cimaragas. 

Akibat kejadian ini, sedikitnya 14 rumah terdampak, dan proses assessment masih berlangsung untuk mendata kerusakan lebih lanjut.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani bencana ini. 

“Hari ini kami menurunkan alat berat untuk membersihkan longsor di Darmacaang karena material yang menutup akses cukup panjang. Kami juga masih terus melakukan assessment untuk memastikan data rumah terdampak,” jelasnya.

Selain rumah yang rusak, terdapat empat kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa yang saat ini mengungsi akibat kondisi rumah mereka yang tidak bisa dihuni.

BPBD bersama pihak terkait tengah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Hingga saat ini, petugas dan relawan masih bekerja di lapangan untuk memastikan evakuasi dan bantuan berjalan lancar. 

Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi berpotensi menyebabkan bencana susulan.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved