Minggu, 26 April 2026

Cegah Aksi Radikalisme di Tasikmalaya Utara, Densus 88 Anti Teror Polri Lakukan Ini

Kegiatan ini dilakukan pasca penangkapan terduga teroris di wilayah Tasik Utara tepatnya di wilayah Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
tribunpriangan.com/jaenal abidin
CEGAH AKSI RADIKALISME - Tim Cegah Priangan Timur Satgas wilayah Jabar Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Desa Margasari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2025). Hal ini dilakukan untuk menangkal kelompok rentan agar tidak terpapar paham ekstrem dan deradikalisasi bagi individu yang telah terdampak. 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Tim Cegah Priangan Timur Satgas wilayah Jabar Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Desa Margasari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2025). 

Kegiatan ini dilakukan pasca penangkapan terduga teroris di wilayah Tasik Utara tepatnya di wilayah Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

Dalam pemaparan materi, tim Densus 88 menjelaskan karakteristik intoleransi, radikalisme, dan terorisme, serta faktor-faktor pemicunya, seperti ketidakadilan sosial, konflik internasional, dan pemahaman keagamaan yang sempit.

Selain itu, diterapkan kontra radikalisasi untuk menangkal kelompok rentan agar tidak terpapar paham ekstrem dan deradikalisasi bagi individu yang telah terdampak.

Baca juga: Terduga Teroris di Tasikmalaya Dianggap Tertutup dan Jarang Sosialisasi dengan Warga

Densus 88 turut menjalankan strategi kontra ideologi, kontra radikal, dan kontra narasi dengan melakukan sosialisasi ideologi kebangsaan, pemantauan wilayah rawan, serta patroli siber guna mengidentifikasi dan menindak akun-akun penyebar paham radikal.

Kepala Desa Margasari Komarudin, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan sebagai antisipasi dan pencegahan dini terkait paham radikalisme di wilayahnya.

"Masyarakat perlu memahami bahaya radikalisme agar tidak mudah terpengaruh," ucapnya kepada wartawan TribunPriangan.com, 

Dengan pemahaman yang baik, tentu kedepan lebih waspada dan turut serta dalam pencegahan aksi radikalisme.

"Minimal masyarakat pun jadi paham sekaligus bisa mengantisipasi ketika ada hal yang mencurigakan," katanya. (*)

Baca juga: Punduh Desa Jayatru Ungkap Asal Daerah Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Tasikmalaya

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved