Jumat, 15 Mei 2026

Jumlah Rumah Terdampak Pergeseran Tanah di Cineam Tasikmalaya Terus Bertambah

Jumlah rumah terdampak pergeseran tanah bertambah menjadi 34 unit di Kampung Margamulya, Desa Cikondang

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
istimewa/screencapture google
EVAKUASI RUMAH - Petugas gabungan ketika melakukan evakuasi fasilitas rumah warga yang sudah ditinggalkan akibat rusak berat. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN  TASIKMALAYA - Jumlah rumah terdampak pergeseran tanah bertambah menjadi 34 unit di Kampung Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (14/2/2025).

Pergerakan tanah pun masih terjadi setiap hari dengan pergeseran satu hingga dua sentimeter semakin menambah kekhawatiran warga.  

Petugas gabungan terus bersiaga di lokasi untuk memantau situasi dan memastikan keselamatan warga. 

Sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD dan Badan Geologi sedang melakukan kajian guna menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap bencana ini.

Bahkan, petugas gabungan sempat melakukan evakuasi bangunan yang terancam roboh akibat pergerakan tanah.

Tim yang terlibat dalam evakuasi terdiri dari Tim SAR Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, BPBD Desa Cikondang, Polsek Cineam, Babinsa Desa Cikondang, Linmas, serta warga setempat. 

"Kami memastikan bahwa semua langkah evakuasi dilakukan dengan aman agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi warga maupun petugas," ungkap Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Kompol Dr. Fajar Cahyono kepada wartawan TribunPriangan.com,

Dua rumah milik warga, Nana Rohana dan Wawan, telah dikosongkan karena kondisinya dinilai tidak lagi aman. 

"Hasil pemeriksaan ini nantinya akan menjadi rekomendasi teknis bagi pemerintah dalam menangani bencana pergerakan tanah di wilayah ini," ungkapnya. 

Kondisi rumah yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan kini semakin parah. Lantai keramik mengembang ke atas, menyebabkan kerusakan yang terus bertambah. 

Salah seorang warga terdampak Dedeh Rahmayanti, mengaku was-was dengan kondisi ini. Ia dan suaminya sudah mengemas barang-barang untuk dibawa ke pengungsian.

"Iya, saya sudah mengemas barang-barang untuk mengungsi karena rumah sudah retak-retak. Awalnya retakannya kecil, tapi sekarang semakin membesar," kata Dedeh.

Dedeh menambahkan bahwa dirinya merasa tidak tenang tinggal di rumah dan memilih untuk mengungsi ke rumah mertuanya.

"Ya pasti khawatir, was-was, gak tenang tinggal di rumah. Yang saya bawa ini baju-baju dan barang berharga. Harapannya, semoga Allah memberikan keselamatan dan bencana ini segera berlalu," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved