Hampir Semua Komoditi Sayuran di Pangandaran Dipasok dari Luar Daerah
Hampir semuanya dipasok dari luar, karena produksi sayuran di Kabupaten Pangandaran tidak bisa memenuhi permintaan pasar.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian di Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Supendi, menyebut, 95 persen barang sayuran di setiap pasar tradisional Kabupaten Pangandaran dipasok dari luar.
Hampir semuanya dipasok dari luar, karena produksi sayuran di Kabupaten Pangandaran tidak bisa memenuhi permintaan pasar.
"Jadi, malah produksi pertanian Pangandaran ini banyak yang dijual keluar daerah. Biasanya kan, petani Pangandaran menjualnya langsung ke konsumen," ujar Supendi melalui WhatsApp, Jum'at (7/2/2025) pagi.
Menurutnya, kebanyakan sayuran berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti dari Blora, Bojonegoro, dan daerah lainnya.
"Memang, kalau sayuran lokal Pangandaran itu kadang-kadang proses tanamnya lebih cepat," katanya.
Baca juga: Balawista Pangandaran Minta Pemda Menambah Anggota Lifeguard, Berikut Jumlah Idealnya
Saat ini, sayuran yang banyak di produksi petani di Pangandaran seperti, kangkung, timun, kacang panjang, dan terung.
Jadi, hasil pertanian di Kabupaten Pangandaran hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja."Memang, kebanyakan seperti itu. Jadi, tidak untuk di ekspor," ucap Supendi.
Sementara seorang pedagang di Parigi, Muhrodin, menyampaikan, harga barang yang sedang naik turun di pasar yaitu komoditi cabe.
"Kalau harga naik, itu tidak sedikit. Pasti, bisa mencapai puluhan ribu. Seperti cabe rawit, sekarang harganya di kisaran Rp 70 ribu perkilogram," ujarnya. (*)
Baca juga: Daftar Rincian Harga Subsidi Elpiji 3 Kg Pulau Jawa Per Februari 2025, Jabar Berapa?
| Renovasi SDN 1 Cibenda Dimulai, Balok Kayu Lama di Atap Bangunan Jadi Sorotan |
|
|---|
| 5 Pejabat di Polres Pangandaran Dirotasi, Kapolres Tekankan Profesional dan Adaptasi Wilayah Wisata |
|
|---|
| Peternak di Pangandaran Rugi Hampir Satu Miliar Gara-gara Kandang Ayamnya Terbakar |
|
|---|
| 10 Tahun Hidup Sebatang Kara, Lansia di Banjaranyar Ciamis Dapat Bantuan Rumah dan Sembako |
|
|---|
| Digeruduk Ratusan Petani Pangandaran, BBWS Citanduy Janji Tindaklanjuti Tuntutannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/bjbvtr5t7rq2.jpg)