Selasa, 12 Mei 2026

Jargas Rumah Tangga Dinilai Solusi Energi Lebih Hemat, Disebut Bisa Kurangi Ketergantungan LPG

Tercatat, sampai 2024, jargas telah tersambung di >815.000 rumah tangga dengan panjang pipa jargas mencapai 20.000 kilometer dan ke depannya.

Tayang:
Istimewa/PGN
JARGAS RUMAH TANGGA - Dua petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang memperlihatkan jaringan gas rumah tangga. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Perusahaan gas negara (PGN) mengajak masyarakat untuk gas energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, jaringan gas rumah tangga atau jargas menjadi solusi strategis menggantikan LPG

"Lewat jargas, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada LPG dan beralih ke energi yang lebih hemat dan stabil. Program ini juga mendukung efisiensi subsidi pemerintah hingga ratusan miliar rupiah," kata Arief, Senin (3/2/2025).

Tercatat, sampai 2024, jargas telah tersambung di >815.000 rumah tangga dengan panjang pipa jargas mencapai 20.000 kilometer dan ke depannya. 

Sementara Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo, menambahkan pihaknya telah menyiapkan belanja modal (capex) di tahun ini senilai US$338 juta.

Sebanyak 67 persen capex ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur gas bumi, termasuk program jargas dan proyek infrastruktur strategis lainnya, serta pengembangan teknologi rendah karbon, seperti CNG dan LNG.

"Kami menargetkan peningkatan volume penyaluran gas sebesar 12 perse  di 2025, didorong oleh potensi permintaan gas dari kawasan industri utama di Sumatera dan Jawa. Kemudian sebesar 33 persen dari capex dialokasikan untuk pengembangan di segmen hulu, seperti eksplorasi di WK Pangkah, Ketapang, dan Fasken, serta mengajukan perpanjangan kontrak WK Muara Bakau," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved