Senin, 4 Mei 2026

211 Pasis TNI dan 25 Pasis Polri Ikuti Dikreg LIII Sesko TNI, Pasis Mancanegara Turut Ikutserta

Sebanyak 211 orang Pasis TNI dan 25 orang Pasis Polri mengikuti pendidikan reguler (Dikreg) LIII (53) Sesko TNI, Senin (3/2/2025).

Tayang:
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Pilatrama
DIKREG SESKO TNI - Sebanyak 211 orang Pasis TNI dan 25 orang Pasis Polri mengikuti pendidikan reguler (Dikreg) LIII (53) Sesko TNI, Senin (3/2/2025). Kegiatan ini turut diikuti oleh Pasis Mancanegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sebanyak 211 orang Pasis TNI dan 25 orang Pasis Polri mengikuti pendidikan reguler (Dikreg) LIII (53) Sesko TNI, Senin (3/2/2025).

Kegiatan Dikreg dibuka oleh Inspektur Jenderal TNI, Letjen TNI M Saleh Mustofa dengan dihadiri Dansesko TNI, Marsma TNI Arif Widianto, para Aspers Panglima TNI, dan Kepala Staf, Atase Pertahanan Dubes.

Berdasarkan SK Panglima TNI nomor Kep/16/I/2025 tanggal 9 Januari 2025 tentang Kurikulum Program Strategi Perang Sesko TNI, kurikulum inj akan diaplikasikan pada Dikreg LIII Sesko TNI TA 2025. 

Revisi Kurikulum ini dipandang perlu oleh Mabes TNI, mengingat Sesko TNI merupakan lembaga pengembangan umum tertinggi TNI yang memiliki peran sangat strategis dalam mendukung tugas pokok TNI. 

"Pembentukan Program Studi Strategi Perang ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan profesionalitas prajurit
TNI, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Substansi kurikulum baru ini sudah selaras dengan sistem pendidikan nasional dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang tertuang pada Perpres nomor 8 tahun 2012 tentang KKNI," kata Letjen TNI M Saleh Mustofa.

Dalam Dikreg LIII ini diikuti pula Pasis Mancanegara yang berjumlah delapan orang, yakni dari Australia, India, Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, dan Thailand. 

Letjen TNI, M Saleh menyatakan, pembukaan dimulai hari ini dan ditutup pada Selasa (25/11/2025) atau dengan kata lain pendidikan dilaksanakan selama 10 bulan atau 43 minggu dengan menempuh program belajar sebanyak 59 SKS atau 3210 jam pelajaran.

"Aspek penilaian peserta didik sesuai Tri Pola Dasar pendidikan TNI, yakni penilaian pada aspek sikap dan prilaku, aspek pengetahuan dan keterampilan, dan aspek kesegaran jasmani. Kami berharap dari kegiatan ini mampu mencapai visi, misi, tujuan, dan strategi prodi yang diinginkan oleh Sesko TNI, yakni menghasilkan pemimpin militer yang visioner, mampu kelola operasi gabungan yang kompleks baik tingkat nasional maupun multinasional, hingga memiliki kepekaan terhadap perkembangan teknologi dan politik global," katanya.

Harapan lain, lanjutnya, menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan merumuskan, menganalisis, dan mengimplementasikan strategi perang yang inovatif serta adaptif yang sesuai dinamika lingkungan strategis nasional dan global.

"Kami harapkan lulusannya mampu berinovasi pada strategi perang dalam penggunaan teknologi militer, serta efektif dalam bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri untuk mencapai tujuan strategis. Intinya, menjadi pemimpin militer yang memiliki kompetensi strategis tingkat tinggi, integritas moral, dan kemampuan analitis yang tajam dalam menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan nasional maupun Internasional," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved