Senin, 11 Mei 2026

Pasca Dilaporkan ke Polisi Kasus Program MBG, Paguyuban Jakwir Pasang Badan

Pasca dilaporkan korban penipuan yang mencatut nama Mayor Teddy pada program makan bergizi gratis (MBG)

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
istimewa/moena
PASANG BADAN - Pasca Dilaporkan ke Polisi Kasus Program MBG, Paguyuban Jakwir Pasang Badan. Foto Paguyuban Jakwir mendatangi kediaman rumah Moena mendatangi lokasi kediaman sekaligus dapur umum milik Moena Rosliana korban penipuan program MBG yang ada di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pasca dilaporkan korban penipuan yang mencatut nama Mayor Teddy pada program makan bergizi gratis (MBG), Paguyuban Jakwir klaim tetap berjalan. Meskipun beberapa anggota mengundurkan diri.

"Kalau paguyuban masih berjalan, tapi sebagian anggota sudah ada yang mengundurkan diri," ungkap salah satu anggota Paguyuban Jakwir Awing ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com, Minggu (2/2/2025).

Meskipun beberapa korban sudah melaporkan kasus ini ke Polres Tasikmalaya, namun pihak paguyuban tetap melakukan upaya menjalankan kegiatan ini.

"Sudah ada komunikasi, dan sempat di Ciamis ada kumpulan dan berkomitmen dari Paguyuban Jakwir, meskipun ada yang muncul seperti itu (melapor), itu hak mereka," ucap Awing.

Bahkan sampai sekarang kepengurusan masih ada dan tetap berjalan karena legalitasnya belum selesai.

"Saya juga sedang ke Garut menyelesaikan sertifikat halal, dan komunikasi dengan pihak UMKM pun masih berjalan," kilahnya.

Ketika ditanyai legalitas paguyuban jakwir, Awing mengatakan bahwa keberadaannya memang mengadopsi yang ada di Jawa Tengah tepatnya di daerah Cilacap dan Tegal.

"Awalnya di tahun 2024, ini Jakwir termasuk yang di Tegal itu ditangani oleh Kemenhan dan CSR. Setelah study banding, kamu mengadopsi dari program disana," kata Awing.

Namun, sampai sekarang pun ternyata kegiatan yang sama di Cilacap dan Tegal pun belum berjalan.

"Belum berjalan juga, soalnya keputusan sekarang harus ada badan gizi, kalau dulu belum ada baru ada MBG. Makanya Yang di Jateng pun masih menunggu, termasuk yang di Cilacap itu juga," tuturnya.

Menurutnya proses ini cukup panjang, karena berbicara katering hingga legalitas Halan yang perlu ditempuh terlebih dahulu.

"Kan kita berbicara katering, legalitas halal dan sebagainya harus ditempuh, jadi sementara ngurusin itu dulu. Ini paguyuban menurut yang sudah survei di Tegal dan Cilacap jelas," ucap Awing. 

Selain itu, menurut yang sudah survei yang kesana jelas, cuma di atasnya nanti masuknya ke UMKM, NIB dan sebagainya hingga dibawa ke Kementerian UMKM.

"Somasi juga ada, tapi pak Kuswan dengan lantangnya mengucap kalau sampai titik darah penghabisan ternyata UMKM tidak bisa naik kami sanggup mengembalikan itu sampai didengar sama semua anggota yang di Ciamis," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved