Rabu, 22 April 2026

Hujan Deras Sebabkan Tanah Longsor di Desa Nasol Ciamis, TPT Ikut Roboh

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kondisi rumah masih dalam pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Foto Istimewa Anggota Tagana Ciamis, Iman Setiaman
TANAH LONGSOR - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, menyebabkan tanah longsor di Dusun Desa, RT 016/005, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (28/1/2025) petang. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, menyebabkan tanah longsor di Dusun Desa, RT 016/005, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis pada Selasa (28/1/2025)

Musibah longsor itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) sebuah rumah roboh dan mengancam bangunan di atasnya. Rumah yang terdampak adalah milik Dedeh Henidah.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kondisi rumah masih dalam pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Menurut Iman Setiaman, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB dan berlangsung cukup lama dengan intensitas tinggi. 

Baca juga: Truk Bermuatan Makanan Mengandung Minyak Terguling di Tanjakan Cibeka Ciamis, Petugas Beraksi

Akibatnya, struktur tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban, sehingga tembok penahan tanah di rumah Ibu Dedeh roboh.

"Hujan deras yang terjadi sejak sore kemarin membuat tanah di sekitar lokasi menjadi jenuh air, menyebabkan tembok penahan tanah rumah warga roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa, tetapi material longsoran cukup mengancam rumah korban," jelas Iman saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2025).

Setelah kejadian, warga setempat segera bergotong-royong menyingkirkan material longsoran.

Mereka menggunakan peralatan seadanya untuk menyingkirkan tanah dan puing-puing tembok yang runtuh. 

Upaya ini dilakukan agar longsoran tidak semakin melebar dan membahayakan rumah korban.

"Kami bersama warga langsung turun tangan membersihkan material longsoran. Ini bagian dari kepedulian bersama untuk membantu sesama, agar rumah korban bisa segera aman kembali," tambahnya.

Bencana tanah longsor ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perbukitan atau daerah dengan struktur tanah yang labil, agar selalu waspada saat musim hujan tiba.

Iman Setiaman juga mengimbau warga untuk memperhatikan tanda-tanda awal pergerakan tanah. 

Jika ditemukan retakan di tanah atau dinding rumah, maka warga diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar tindakan pencegahan bisa segera dilakukan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang mencurigakan, segera laporkan ke aparat desa atau BPBD agar bisa ditindaklanjuti secepatnya," ujar Iman.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved