Banjir Kepung Garut
Sungai Cimanuk Meluap, 50 Rumah di Cimacan Tarogong Garut Terendam
Sejumlah daerah di Kabupaten Garut, Jawa Barat dikepung bencana banjir dan longsor. Kawasan paling terdampak berada di Cimacan
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Sejumlah daerah di Kabupaten Garut, Jawa Barat dikepung bencana banjir dan longsor. Kawasan paling terdampak berada di Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (25/1/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menyebut banjir merendam sekitar 50 rumah di empat RW di kawasan Cimacan.
"Malam ini kami langsung melakukan evakuasi warga ke tempat aman. Penanganan dilakukan secara cepat dengan prioritas keselamatan," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Garut Wardi Sidrajat kepada awak media.
Ia menuturkan, saat ini debit air dilaporkan mulai menurun. Pihaknya tengah melakukan upaya penyedotan air untuk mempercepat penurunan genangan.
Sejumlah warga di kawasan Cimacan juga diimbau untuk sementara berada di tempat lebih tinggi sambil menunggu petugas membersihkan lokasi.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kami tengah memantau di sejumlah wilayah lain," ungkapnya.
Wardi menjelaskan, selain di kawasan Garut Kota dan Tarogong, pihaknya juga menerima laporan kejadian bencana lain seperti tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah.
Salahsatunya berada di wilayah Pakenjeng, Bungbulang, Pameungpeuk dan di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Garut.
"Kami sedang bekerja keras dan mobile untuk melakukan penanganan dibantu semua unsur," ucapnya.
Sebelumnya, tanah longsor juga menutupi akses jalan Pakenjeng-Bungbulang tepatnya di kawasan Halimun.
Danramil 1122/Pakenjeng Lettu Inf Cacu Ruswandi mengatakan, longsoran tersebut terjadi pukul 17.30 WIB. Mengakibatkan akses jalan terhambat.
"Untuk sementara akses jalan tidak bisa dilalui roda empat, untuk roda dua bisa melewati dengan bergiliran," ujarnya dalam laporan resminya bersama Kapolsek Pakenjeng Iptu Hadi yang diterima Tribun, Minggu malam.
Ia menuturkan, pihaknya saat ini sedang kembali membuka jalan dengan alat manual dibantu oleh PUPR, masyarakat dan unsur Forkopimcam Pakenjeng.
Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati lantaran cuaca saat ini masih turun hujan.
"Kami sedang berusaha secepatnya agar akses jalan provinsi ini segera kembali terbuka agar tidak menggangu arus lalu lintas," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Sungai-Cimanuk-Meluap.jpg)