Rencana Finansial Jangka Panjang via Asuransi Jiwa Dinilai Solusi Penurunan Kelas di 2025

Badan Pusat Statistik mencatat, masyarakat di kalangan kelas atas mengalami penurunan kelas sekitar hampir 200 ribu orang pada 2024.

freepik
foto ilustrasi asuransi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Badan Pusat Statistik mencatat, masyarakat di kalangan kelas atas mengalami penurunan kelas sekitar hampir 200 ribu orang pada 2024.

Pada tahun yang sama, 9,48 juta masyarakat yang awalnya berada di kelas menengah, turut mengalami penurunan.

Penurunan itu bisa terjadi lantaran berbagai hal, salah satunya rencana finansial yang belum apik.

Guna mengantisipasi hal yang sama di tahun 2025, terdapat program proteksi jangka panjang melalui Allianz Wealthlink Supreme Life.

Baca juga: Industri Asuransi Kembali Bergairah Pasca Pandemi Covid-19

Diinisiasi Allianz Life bersama Bank CTBC, program itu dirancang sebagai solusi proteksi rencana finansial di masa depan untuk menjawab tantangan kelas atas dan menengah di tanah air, sehingga terlindungi secara finansial serta meneruskannya ke generasi berikutnya.

"Kami berkomitmen menjawab kebutuhan nasabah CTBC yang mempunyai aspirasi dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga di masa depan. Kami hadirkan proteksi untuk nasabah, yakni saat mereka sedang produktif mengumpulkan aset untuk rencana finansial masa depan keluarga. Kami yakin dengan solusi jangka panjang ini, nasabah bisa terus mengembangkan rencana masa depan yang terlindungi dari berbagai resiko kehidupan," ucap Country Chief Bancassurance Officer Allianz life Indonesia, Ancilla Lily, Jumat (24/1/2025).

Dia menambahkan, Allianz Wealthlink Supreme Life meiliputi perlindungan finansial maksimal yang dilengkapi dengan manfaat meninggal dunia yang bisa digunakan sebagai warisan bernilai di masa depan, sekaligus pilihan pertanggungan tambahan, semisal manfaat penyakit kritis atau penggantian biaya perawatan di rumah sakit untuk melindungi nasabah ketika terjadi resiko kehidupan lainnya.

"Jadi, dengan dukungan manfaat investasi, nasabah akan memperoleh potensi penurunan biaya asuransi jangka panjang seiring dengan potensi nilai investasi maksimal. Nasabah dapat mengoptimalkan peluang investasi di Indonesia, Asia Pasifik, dan bahkan pasar global. Lalu, di tahun kelima nasabah akan mendapatkan bonus persistensi yang dapat menambah tujuan nilai investasi yang ingin dicapai," ucapnya.

Tak hanya itu, Bank CTBC Indonesia mengambil langkah proaktif untuk beradaptasi dengan tantangan ini dan terus memberikan nilai, salah satunya dengan memberikan dukungan untuk membantu memasarkan produk perlindungan asuransi jiwa jangka panjang melalui Allianz Wealthlink Supreme Life.

“Kami sadar akan tantangan yang dihadirkan oleh lingkungan ekonomi saat ini, tapi kami tetap teguh dalam komitmen terhadap inovasi dan solusi jangka panjang bagi nasabah setia kami,” ujar Chief of Retail Banking CTBC Indonesia, Bambang Simarno.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved