KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan PGRI Deklarasi Sekolah Ramah Anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya dan PGRI menggelar deklarasi sekolah ramah anak untuk mencegah kasus
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya dan PGRI menggelar deklarasi sekolah ramah anak untuk mencegah kasus perundungan hingga kekerasan seksual di sekolah, Jumat (24/1/2025).
"Kami gelar sosialisasi terkait perundungan sekaligus mendeklarasikan sekolah ramah anak," ucap Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kepada wartawan, Jumat (24/1/2025).
Ia mengaku, pentingnya sekolah yang ramah anak karena tidak hanya melindungi anak, guru juga dinaungi tapi perlu mengedepankan edukasi dan pola asuh yang baik untuk siswa.
Bahkan, para guru pun harus terlindungi haknya dalam proses pembelajaran anak di sekolah.
"Deklarasi ini dilakukan bersama KPAI, PGRI, Polres Tasikmalaya, Polres Kota Tasik dan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya," ungkapnya.
Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H. Ade Dasmana menuturkan, kegiatan deklarasi ini diharapkan guru memahami penanganan dan pencegahan perundungan di sekolah untuk menciptakan sekolah ramah anak.
"Tentu kolaborasi KPAI dan PGRI ini akan berefek untuk kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Para guru akan paham cara mencegah perundungan," tegasnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melalui staff ahli Bupati Yayat Supriatna menyebut dunia pendidikan harus menghadirkan kolaborasi penegakan terhadap anak, tetapi harus dengan pola asuh kasih sayang.
"Harus bisa kolaborasi penegakan disiplin dan fleksibilitas, penegakan disiplin dengan kasih sayang hingga menerapkan sanksi dengan kata-kata kasih sayang. Tapi, transfer ilmu utamanya yah," kata Yayat Supriatna. (*)
| 7 Kali Berturut-turut Raih WTP, Pemkab Tasikmalaya Buktikan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel |
|
|---|
| Satreskrim Polres Tasikmalaya, Ternyata Rutin Berbagi Makanan Hingga Santuni Anak Yatim |
|
|---|
| BBM Naik, Relawan Tagana di Tasikmalaya Mengaku Kesulitan Biayai Operasional Lapangan |
|
|---|
| Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Tunggu Kebijakan BGN Mengenai Pembatasan SPPG |
|
|---|
| Satlantas Polres Tasikmalaya Ungkap Alasan Penundaan Operasi Patuh Lodaya 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/KPAID-Kabupaten-Tasikmalaya-da.jpg)