Kamis, 11 Juni 2026

Beredar Kabar Penculikan Anak SD di Garut, Polisi Pastikan Hoax

Warga Kabupaten Garut digegerkan dengan informasi penculikan terhadap anak sekolah dasar (SD) melalui pesan berantai di WhatsApp

Tayang:
Editor: ferri amiril
(ilustrasi/Pixabay)
Warga Kabupaten Garut digegerkan dengan informasi penculikan terhadap anak sekolah dasar (SD) melalui pesan berantai di WhatsApp 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Warga Kabupaten Garut digegerkan dengan informasi penculikan terhadap anak sekolah dasar (SD) melalui pesan berantai di WhatsApp.

Informasi yang diteruskan berkali-kali itu menyebutkan telah terjadi penculikan terhadap murid sekolah di SDN 3 dan 4 Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kedah (harus) hati-hati merajalela penculikan murangkalih (anak) sekolah tos aya (sudah ada) di Garut Kota," bunyi penggalan pesan berantai tersebut.

Menanggapi hal itu Kapolsek Garut Kota Kompol Zainuri dan anggotanya langsung melakukan penelusuran terkait hal tersebut.

Ia kemudian mendatangi SDN Muara Sanding 2 dan 3, untuk memastikan kabar tersebut.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Garut Bisa Ekspor Keset Sabut Kelapa ke Perancis

"Kami sudah bertemu dengan para guru dan anak-anak di sekolah, kabar penculikan itu tidak benar atau hoax," ujarnya kepada awak media seusai kunjungan ke sekolah, Selasa (21/1/2025) siang.

Ia menuturkan, isu penculikan ini kemungkinan besar berasal dari kesalahpahaman atau informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat. 

Kompol Zainuri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Meski kabar ini hoax, kami mengimbau masyarakat waspada dan jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pihak sekolah telah menerapkan sistem antar-jemput da  secara aktif menjalin komunikasi dengan seluruh orang tua melalui grup WhatsApp orang tua dan komite sekolah.

"Kami berharap agar informasi tidak benar ini tidak terus menyebar, sehingga proses belajar-mengajar antara siswa dan guru dapat berlangsung dengan tenang," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved