Jumat, 17 April 2026

9 Kecamatan dan 27 Desa di Ciamis Rawan Longsor BPBD Imbau Perkuat Mitigasi

Sebanyak 27 desa di Kabupaten Ciamis yang tersebar di 9 kecamatan tercatat memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap bencana tanah longsor

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
FOTO ILUSTRASI - Sebanyak 27 desa di Kabupaten Ciamis yang tersebar di 9 kecamatan tercatat memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap bencana tanah longsor 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sebanyak 27 desa di Kabupaten Ciamis yang tersebar di 9 kecamatan tercatat memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap bencana tanah longsor di tengah cuaca esktrem seperti saat ini.

Data ini diambil berdasarkan kajian risiko bencana BPBD Ciamis dalam periode 2022-2026. 

Beberapa wilayah dengan risiko longsor tinggi meliputi Desa Cicapar di Kecamatan Banjarsari, Desa Sukamaju dan Cihaurbeuti di Kecamatan Cihaurbeuti, serta Desa Handapherang di Kecamatan Cijeungjing.

Sementara itu, 23 desa lainnya tersebar di Kecamatan Cidolog, Panawangan, Panumbangan, Rancah, Sadananya, dan Tambaksari dengan tingkat kerawanan sedang.

Menghadapi ancaman tersebut, BPBD Ciamis terus meningkatkan upaya mitigasi bencana untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menyebutkan bahwa intensitas hujan tinggi yang terjadi akhir-akhir ini menjadi pemicu utama potensi tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan. 

“Daerah-daerah ini memerlukan perhatian lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat, untuk meminimalkan dampaknya,” ujar Ani, Selasa (21/1/2025).

BPBD Ciamis telah mengambil berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan tebing di daerah rawan hingga mengaktifkan kembali sistem peringatan dini di masyarakat. 

Desa-desa diimbau untuk memanfaatkan Siskamling dan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi darurat yang cepat dan efektif.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Jika mendengar tanda-tanda seperti gemuruh, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Ani.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan Dinas PUPRP untuk memperkuat infrastruktur di kawasan wilayah yang rawan longsor

Kemudian, pelatihan kepada masyarakat tentang cara menghadapi potensi bencana juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Ani mengingatkan masyarakat agar menghindari pembangunan rumah di area berisiko, seperti lereng gunung atau bawah tebing. 

“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman longsor. Kami harap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman,” pungkasnya.

Melalui upaya ini, BPBD Ciamis berharap dampak bencana tanah longsor dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved