Rabu, 13 Mei 2026

Sambangi Pesantren Sirnamiskin Bandung, Cucu Pendiri NU: Lestarikan Tradisi

Di Pondok Pesantren Sirnamiskin, KH. Abdul Hakim diterima oleh pengasuh Pondok yang juga sekretaris PCNU Kota Bandung, Iik Abdul Chalik.

Tayang:
Istimewa
KH. Abdul Hakim Mahfudz (kanan) saat mengunjungi ke Yayasan Pondok Pesantren Sirnamiskin di Jalan Raya Kopo, Kota Bandung, Senin (6/1/2025). 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PW NU) Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz menyempatkan berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Sirnamiskin di Jalan Raya Kopo, Kota Bandung, Senin (6/1/2025).

Kunjungan itu dilakukan setelah KH. Abdul Hakim mengisi acara kegiatan bedah buku berjudul Almaghfurllah Hadratussyaikh KHM. Hasyim Asy'ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia yang digagas Muslimat NU.

Menurut KH. Abdul Hakim, kunjungan ke Pondok Pesantren Sirnamiskin dilakukan sebagai bagian dari tradisi NU yang telah lama dilakukan oleh KHM. Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Bandung jadi Penutup Rangkaian Bedah Buku KHM Hasyim Asyari, Khofifah: Pentingnya Bangun Ukhuwah

"Ini tradisi NU, sekarang sekadar kunjungan, kalau dulu itu besanan. Cuma sekarang anaknya sedikit, jadi susah besanan, dulu lebih akrab ya karena antar-pondok pesantren itu, akrabnya luar biasa dan akhirnya diikat dengan keluarga, besanan itu luar biasa," ujar KH. Abdul Hakim, Senin (6/1/2025).

Bahkan, kata KH. Abdul Hakim, saking dekatnya persaudaraan, saat ada yang wafat di salah satu Pondok, maka seluruh Pondok ikut bersedih.

"Sedihnya sama dengan ditinggalkan keluarga sendiri, sampai segitu ya. Jadi hubungan itu lebih kekerabatan dari saudara sendiri, kalau sekarang saya kan sekedar ngobrol-ngobrol nanti habis ini pulang," katanya. 
 
Di Pondok Pesantren Sirnamiskin, KH. Abdul Hakim diterima oleh pengasuh Pondok yang juga sekretaris PCNU Kota Bandung, Iik Abdul Chalik. 

Dikatakan Iik, tradisi NU ini harus terus dilestarikan apa yang sudah diperjuangkan oleh para guru dan orang tua terdahulu salah satunya memperkuat hubungan antara NU dengan Pesantren.

"Ini merupakan keberkahan tersendiri bagi kami. Selain memperkuat silaturahim, juga hal ini mempertahankan tradisi yang selalu terus menerus dilakukan oleh para pendahulu beliau (Gus Kikin) yang sering bersilaturahim ke sini di antaranya KH Wahid Hasyim, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat dulu," ujar Iik.

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved