Senin, 11 Mei 2026

Turis Asal Singapura Diduga Dilecehkan saat Berlibur di Braga, Pemkot Bandung Minta Maaf 

Sementara Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi ungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Intel dan Satreskrim Polrestabes Bandung

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
istimewa
terduga pelaku pelecehan di Jalan Braga Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memohon maaf, atas peristiwa dugaan pelecehan yang menimpa turis asal Singapura, saat berlibur di Jalan Braga, Kota Bandung

Permintaan maaf itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar) Kota Bandung, Arief Syaifudin dalam keterangan tertulisnya, kejadian itu telah membuat adanya wisatawan yang merasa tidak nyaman atau terganggu.

"Kami mohon maaf apabila para wisatawan yang sedang berlibur di Kota Bandung terganggu oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Pada prinsipnya kenyamanan para wisatawan adalah prioritas kami," ujar Arief, Sabtu (4/1/2025).

Sementara Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Intel dan Satreskrim Polrestabes Bandung untuk mengusut kasus ini.

"Kami serius menangani laporan ini. Saat ini, koordinasi dengan Polrestabes terus dilakukan untuk mempercepat pengungkapan pelaku," ujar Rasdian.

Baca juga: Viral Pasangan Asal Singapura Mendapat Perlakuan Dugaan Pelecehan di Braga Bandung

Sebelumnya, dugaan pelecehan oleh warga lokal terhadap turis asal Singapura viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Selasa 31 Desember 2024 itu menimpa pasangan berinisial D dan J yang tengah berlibur di Kota Bandung.

“Kami sedang berjalan di jalan Braga dan sekelompok anak laki-laki mengikuti kami selama 10 menit,” ujar D saat dikonfirmasi via pesan Instagram.

Lalu, tiba-tiba J mendapat sentuhan dari kelompok anak itu. Setelah itu, D mengatakan dirinya menoleh ke arah mereka, sehingga kelompok anak itu berlari cepat menuju sebuah toko.

“J dan saya kemudian berjalan di ruas yang lain karena kami merasa tidak aman. Mereka tidak berbicara dengan kami atau berinteraksi dengan kami setelah itu,” katanya.

 

Baca berita TribunPriangan.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved