Cerita Roni Karno Soal Kunjungan Wisata ke Pangandaran yang Sepi di Momen Liburan
Cerita Roni Karno (44) seorang pemandu wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran, Jawa Barat disaat kunjungan wisata sepi
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Cerita Roni Karno (44) seorang Pemandu Wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran, Jawa Barat disaat kunjungan wisata sepi.
Roni bekerja sebagai seorang pemandu wisata di TWA Pangandaran sudah cukup lama yaitu sejak tahun 2000.
Dari pekerjaannya, semenjak menjadi pemandu wisata hingga tahun 2017 Roni bisa menghasilkan cuan Rp 2,5 juta dalam seminggu khususnya di week end.
Namun tahun 2018 hingga kini, pendapatan Roni dalam seminggunya menurun dan tidak menentu. Setiap weekend, Roni hanya bisa mendapatkan cuan Rp 200 ribu.
"Sekarang, long weekend malah sepi. Hampir setiap hari ini, saya hanya muter-muter di kawasan TWA," ujar Roni kepada Tribun di TWA Pangandaran, Senin (30/12/2024) siang.
Memang, menurut dia, kunjungan wisata akhir tahun ini jauh berbeda dengan kunjungan wisata tahun sebelumnya.
Selama libur Nataru ini, kunjungan wisata khususnya ke TWA Cagar Alam Pangandaran agak menurun dan cenderung sepi.
"Setiap harinya, jangankan bus, untuk mobil keluarga saja itu jarang yang datang. Kecuali hari Sabtu Minggu itu baru ada satu dua lah," katanya.
Menurunnya kunjungan di TWA Pangandaran tentu banyak faktor yang di antaranya cukup banyak wisatawan mengeluh terkait tarif tiket.
"Karena, ada yang mengeluh tarif tiket, parkir, dan segala macamnya. Terus, kalau di TWA ini fasilitasnya juga belum ditambahin," ucap Roni.
Meski demikian, dia mengaku terus berbenah agar bisa menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke TWA Pangandaran.
"Ya, semoga di sisa momen libur natal dan tahun baru tanggal 31 Desember 2024 hingga tanggal 1 Januari 2025 kunjungan banyak yang datang," ujarnya.
Roni menyampaikan, tarif pemandu wisata sekali membawa rombongan wisatawan di atas 20 orang itu senilai Rp 300 ribu untuk dua pemandu. Sementara paket keluarga, itu ditarif Rp 150 ribu untuk satu pemandu.
"Tapi kalau tidak ada pengunjung, Rp 100 ribu juga diambil dan itu kadang kita keluarkan fasilitas, seperti center," kata dia.(*)
| Satgas MBG Pangandaran Temukan SPPG Tak Penuhi Standar Limbah, Terancam Ditutup |
|
|---|
| Personel Satpol PP di Pangandaran Jauh dari Kebutuhan Ideal, ASN Satpol PP Hanya 18 Orang |
|
|---|
| Dadang Okta Wafat, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Ikut Berbelasungkawa |
|
|---|
| Dampak Konflik di Timur Tengah, PKB Minta Para Kader Menjaga Persatuan Termasuk di Pangandaran |
|
|---|
| Warga Padaherang Pangandaran Gotong Royong Patungan Perbaiki Jalan Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/ronikarno.jpg)