Jumat, 10 April 2026

Pesan Penting Gubernur Lemhannas RI Kepada Para Alumni PPRA 67 Tahun 2024

Para peserta pembelajaran menjadi kader pemimpin nasional yang dapat dijadikan contoh, teladan, dan agen perubahan.

Tangkapan layar
Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Sadzily tengah mengalungkan medali kepada alumni PPRA 67 Tahun 2024 di Gedung Dwi Warna Purwa, Panca Gatra Lemhannas RI, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024). 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan, membangun Indonesia membutuhkan superteam dan kolaborasi, tidak boleh lagi ada ego sektoral dan kepentingan sesaat.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Lemhanas RI dalam sambutan saat Upacara Penutupan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 67 Tahun 2024 Lemhannas RI di Gedung Dwi Warna Purwa, Panca Gatra Lemhannas RI, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).

Kang Ace, sapaan akrabnya, mengapresiasi para alumni PPRA 67 Lemhannas RI yang telah menunjukkan dedikasi, kesabaran, kesungguhan, ketekunan, dan kekompakan selama mengikuti kegiatan. 

"Sebagai puncak dari kegiatan yang telah dilakukan oleh bapak ibu sekalian selama tujuh bulan, para alumni telah menyumbangkan pemikirannya melalui seminar dengan judul Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Memperkuat Demokrasi," ujarnya.

Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Tubagus Ace Hasan, Gubernur Lemhannas di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Pihaknya berharap para peserta pembelajaran menjadi kader pemimpin nasional yang dapat dijadikan contoh, teladan, dan agen perubahan dalam setiap pengabdian yang berpikir komprehensif, integral, strategik, dan holistik dalam menjalankan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Membangun Indonesia, butuh tim kuat. Bukan orang-orang hebat, tetapi superteam yang memiliki cara pandang sama terhadap cita-cita, tujuan, dan kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan global," tutur Kang Ace.

Pendidikan di Lemhanas RI, kata Kang Ace, bertujuan mengintegrasikan komponen bangsa baik dari kalangan sipil maupun militer, seperti pidato Presiden Pertama RI Soekarno di kuliah umum pertama Lemhanas RI pada 20 Mei 1965.

Baca juga: Kiprahnya Dijadikan Buku, Kang Ace: Semoga jadi Insiprasi bagi Pemuda yang Bergelut di Dunia Politik

"Alhamdulillah, kita telah memiliki presiden baru yang tanggal 20 Oktober lalu dilantik yaitu, Bapak Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Kami telah mengikuti retret Kabinet Merah Putih di Akmil dari 24 sampai 27 Oktober lalu. Beliau (Presiden Prabowo) menekankan pentingnya kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan bangsa dan negara RI," ucapnya.

"Seluruh komponen bangsa harus selaras dan seirama dalam mewujudkan cita-cita, berjuang demi kepentingan nasional. Tidak boleh ada lagi ego sektoral, kepentingan sesaat. Tetapi, kita harus abdikan demi kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Kang Ace menuturkan, satu hal penekanan Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan, bahwa tugas semua adalah bagaimana mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Golkar Bercokol di Papan Atas Hasil Penghitungan Suara di Jabar, Ace Instruksikan Mengawal

Guna mencapai target itu tidaklah mudah, bangsa menghadapi tantangan bukan hanya geopolitik, tapi juga harus dilihat dalam pendekatan komprehensif bagaimana geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi saat ini menjadi persaingan global.

"Kondisi itu mempengaruhi situasi nasional. Berbagai langkah dan upaya dalam menghadapi transformasi dan perubahan tersebut tidak bisa biasa-biasa saja. Harus dihadapi dengan kerja keras, berpikir out of the box. Sebab tantangan yang kita hadapi tidak statis, tetapi dinamis. Karena itu kita harus melakukan pembaharuan," tutur Kang Ace.

Kajian-kajian Lemhanas RI, kata Kang Ace, harus bernilai strategis dan bersifat komprehensif, integral, dan holistik.

Swasembada pangan, kemandirian energi, ketahanan air, keluarga, menghapus kemiskinan, dan membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter kebangsaan, dan memiliki ketahanan ekonomi sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saat ini Indonesia telah menuju ke arah kemajuan tersebut. Perlu kerja keras semua untuk memastikan agar berbagai langkah yang dilakukan, pemimpin nasional dituntut bekerja keras, abdikan diri kita untuk kemajuan bangsa yang kita cintai," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved