Disparbud Pangandaran Gelar Rakor dengan Bentor-Angkot dan Stakeholder, Ini Hasil yang Disepakati
Penasehat Bentor Wisata Pangandaran, Dede Supratman bersyukur sudah ada titik temu terkait apa yang diinginkan paguyuban Bentor Wisata.
Penulis: Padna | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran menanggapi langsung protes yang dilayangkan paguyuban becak motor (Bentor) Wisata terkait angkutan wisatawan.
Kepala Bidang Ekonomi dan Kreatif di Disparbud Kabupaten Pangandaran, Yanyan, mengatakan, soal permasalahan angkutan wisatawan saat ini sudah ditindaklanjuti.
"Jadi, ini sebenarnya tindak lanjut dari peguyuban Bentor Wisata. Waktu itu ada sedikit kles di Pangandaran," ujar Yanyan kepada Tribun Jabar di TIC Pangandaran, Senin (28/10/2024) siang.
Menurut Yanyan, kles yang dimaksud adalah suatu saat ada mobil angkutan yang membawa penumpang wisatawan dari hotel.
Baca juga: Bentor Wisata di Pangandaran Ancam akan Setop Angkot Apabila Pemda tak Gubris Permintaannya
Kemudian pihaknya menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pelaku usaha wisata di Pangandaran.
Rapat itu dihadiri oleh PHRI, Asosiasi Tour and Travel, kepala Desa Bojong, Pokdarwis, Grab, Go-Jek, dan Bentor Wisata.
"Hasil pembicaraan, telah disepakati bahwa wisatawan atau tamu-tamu hotel yang ingin melanjutkan berwisata ke Citumang untuk diangkut oleh Bentor ke parkiran utama Citumang," katanya.
Baca juga: Bentor Wisata di Pangandaran Protes Lahannya Diserobot Angkot dan Ojol
Kemudian, kata dia, parkiran utama Citumang kemudian dilanjutkan ke obyek wisata Citumang menggunakan angkutan Citumang.
"Sehingga kearifan lokal dan Bentor Wisata yang ada di Pangandaran bisa mendapat aktivitas untuk menunjang wisata di Kabupaten Pangandaran. Artinya, nanti Bentor Wisata di Pangandaran bisa diberdayakan," ucap Yanyan.
Penasehat Bentor Wisata Pangandaran, Dede Supratman bersyukur sudah ada titik temu terkait apa yang diinginkan paguyuban Bentor Wisata.
"Kita sudah menemukan titik temu antara pihak Bentor dengan pihak Pokdarwis dan juga kepala Desa Bojong terkait dengan polemik," ujarnya.
Dia turut bersyukur polemik yang terjadi untuk angkutan wisata di Pangandaran bisa diselesaikan melalui masyarakat.
"Ini hanya masalah komunikasi saja dan alhamdulilah tadi sudah sama-sama sadar terkait perlunya sinergitas antara pelaku usaha wisata. Tujuannya, agar semuanya bisa ikut makan," ucap Dede. (*)
| Breaking News! Perahu Nelayan Tanpa ABK Ditemukan Terdampar di Bojongsalawe Pangandaran |
|
|---|
| Ditarik Pajak 10 Persen, Bapenda Pangandaran Perketat Pengawasan Pajak Water Sport |
|
|---|
| Satpol PP Pangandaran Temukan Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional, Ada Indikasi Prostitusi |
|
|---|
| Satpol PP Pangandaran Tertibkan Pengemis di Kawasan Wisata, Ini Aturan dan Solusi yang Diterapkan |
|
|---|
| Pengendara RX King Tabrak Truk Pasir di Kalipucang Pangandaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/rakor-rakor-di-Pangandaran.jpg)