Arsitek Diharapkan Terjun ke Masyarakat Melalui Berbagai Pengabdian agar Lebih Dikenal
Arsitek perlu lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai pengabdian, semisal dalam kegiatan proposal rumah sehat, rumah singgah TBC dll
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2024-2027, Ar Georgius Budi Yulianto berpendapat, bahwa arsitek kerap dipahami sebagai profesi yang melayani kalangan menengah ke atas.
Maka dari itu, kata Georgius, arsitek perlu lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai pengabdian, semisal masuk dalam kegiatan proposal rumah sehat, rumah singgah TBC, dan lainnya.
"Kami perlu bekerjasama dengan pihak lain, seperti perguruan tinggi dan mahasiswa supaya arsitek lebih dikenal masyarakat. Amplifikasi karya dari setiap arsitektur itu banyak cara dan ragamnya. Terlebih, saat ini kanal-kanal sudah banyak di sosmed atau media mainstream lain. Tapi, kita tak holeh berhenti beraktivitas di masyarakat," katanya, Minggu (28/7/2024).
Baca juga: Hunian Berimbang Senilai Rp5,5 T akan Dibangun di Sydney, Gandeng Arsitek Jepang Kengo Kuma
Menurutnya, kurangnya keterkenalan arsitek di masyarakat lantaran mereka kurang berani menampilkan.
Namun, peringkat arsitek saat ini sudah membaik dan dikenal di Asia.
Bahkan, katanya, karya arsitek Indonesia kerap mendapatkan apresiasi di luar negeri, semisal Dubai, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong, sampai Amerika Serikat.
Saat ini, lanjutnya, arsitek sudah mempunyai UU sendiri, menjadi profesi yang teregulasi, sehingga semua karyanya harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
Baca juga: Arsitek ITB Desain Masjid Unik dari Material Lokal untuk Penyintas Gempa Cianjur
"Kami berupaya mendorong kawan-kawan di IAI agar lebih paham terkait UU itu dan semua sistem sedang dipersiapkan secara digital untuk mendukungnya," katanya.
Georgius mendorong semua lulusan arsitektur menjadi arsitek dengan memiliki surat tanda registrasi arsitek.
Dengan begitu, para arsitek berpeluang meningkatkan daya jualnya.
Bukan hanya itu, dirinya berharap para arsitek mampu mengintregasikan kehadiran AI selama dapat menguntungkan dan bisa memanfaatkannya dengan baik.
"Semua profesi atau apapun bisa terdistrupsi AI. Dan kita mesti berdampingan dengan AI seperti halnya berdampingan dengan bencana. Kalau kami bisa manfaatkan AI itu sebagai tools maka tak akan menjadi masalah sehingga bisa menjadi perangkat kerja yang memudahkan dalam memvisualisasikan kerja kita," katanya. [*]
| 4 Lokasi Healing Sambil Olahraga di Kota Intan Garut |
|
|---|
| Garut Punya 4 Lokasi Luas untuk Healing Sambil Olahraga, Catat Jam Ramai Lengkap Spot Jajannya |
|
|---|
| Senyum Semringah di Wajah PPPK Paruh Waktu Ciamis yang Baru Saja Menerima SK |
|
|---|
| Donasi Warga Sumedang untuk Korban Bencana di Sumatera Diberangkatkan |
|
|---|
| Layanan Publik Makin Mudah, Ciamis Diakui sebagai Daerah Terdepan Dalam Digitalisasi Jawa Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ketua-IAI-Jabar-2024-2027.jpg)