Sosok Eman Sulaeman di Mata Sang Teman, Sang Hakim Sederhana Pengendara Honda Scoopy
Sosok Eman Sulaeman di Mata Sang Teman, Sang Hakim Sederhana Pengendara Honda Scoopy
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Eman Sulaeman, Hakim Tunggal dalam sidang Praperadilan Pegi Setiawan di Pengadilan Negeri Bandung jadi perbincangan publik.
Dia memutuskan bahwa penetapan tersangka Pegi Setiawan oleh Polda Jawa Barat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, tidak sah.
Polda Jabar tidak melakukan prosedur pemanggilan terlebih dahulu sebelum menetapkan Pegi sebagai tersangka.
Sosok sang hakim yang memutuskan perkara itu menjadi buah bibir. Dia dipuji karena ketegasannya. Kemudian terkuak, sebagai hakim, dia hanya punya kekayaan senilai Rp 294 juta dengan kendaraan sebatas sepeda motor Scoopy.
Eman lahir di Karawang tahun 1975. Dia berkuliah di Fakultas Hukum, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung angkatan tahun 1995.
Teman kuliahnya, Yan Mahal Rizzal yang saat ini bekerja sebagai Kepala Bidang Penegakkan Perundangan Daerah Satpol PP Sumedang mengungkapkan sosok Eman semasa kuliah.
Menurut Rizzal, Eman semasa kuliah tak ada bedanya dengan sekarang, sosoknya kalem dan berintegritas tinggi.
"Memang beliau orang yang ulet, jujur, namun bergaul juga tidak memandang siapapun," kata Rizzal di Sumedang, Rabu (10/7/2024).
Dia mengatakan, nilai akademik Rizzal memang tampak semasa kuliah. Selalu bagus dan Eman selesai kuliah dalam waktu yang normal.
"Nilai akademik kelihatan yang berangskutan bagus dengan masa penyelesaian kuliah 4,5 tahun," kata Rizzal.
Namun, di antara mahasiswa satu angkatan, hanya Eman Sulaeman yang lolos menjadi hakim.
"Beliau satu-satunya yang lolos menjadi hakim, kami bangga bisa berteman, dan satu aumni dengan beliau," katanya.
Sebagaimana dahulu Eman punya kekhasan, Rizzal mengatakan putusan yang dijatuhkan kepada Pegi Setiawan agar bebas, adalah putusan yang sesuai fakta dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dengan begitu kalem dan lurus, kami meyakini bahwa yang bersangkutan memutus seusai dengan fakta dan keyakinan, apalagi beliau katakan bahwa beliau terlepas dari intervensi apapun," katanya.(*)
| Sosok Agus Muslim, Eks Kadishub Sumedang, Meniti Karier dari Staf Ahli Kini Masuk Bui Gegara Korupsi |
|
|---|
| Kisah Lutfi Mahasiswa UIN Bandung yang "Memasak Mimpi" di Warung Pecel Lele |
|
|---|
| Sosok Dewi Safitri yang Meninggal Tertimpa Dahan di Pangandaran: Tidak Biasanya Katakan Dadah |
|
|---|
| Nasib Dewi di Pangandaran Meninggal Tertimpa Dahan Usai Wisuda dan Mulai Kerja, Orang Tua Syok |
|
|---|
| Breaking News, Wanita Muda di Pangandaran Tewas Tertimpa Dahan, Motornya Melaju Hingga Depan Masjid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Begini-Cara-Satpol-PP-Sumedang-Un.jpg)