Rabu, 6 Mei 2026

Kurikulum Merdeka

Pengenalan Budaya jadi Cara dalam Pengamalan Kurikulum Merdeka, Diharap Tumbuhkan Nilai Toleransi

Pengenalan budaya yang ditampilkan para siswa ada yang dikemas dengan kolosal atau kabaret yang di dalamnya menampilkan tarian, kuliner, dan bahasa.

Tayang:
Istimewa
Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 8 Bandung mengikuti kegiatan pagelaran budaya di Aula Dago Tea House, Jalan Ir H Djuanda, kota Bandung, Kamis (30/5/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 8 Bandung mengikuti kegiatan pagelaran budaya di Aula Dago Tea House, Jalan Ir H Djuanda, kota Bandung, Kamis (30/5/2024).

Pagelaran ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan menampilkan sejumlah kebudayaan yang dimiliki Indonesia.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 8 Bandung, Cepi Aunila mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menggali kreativitas dan potensi anak-anak di SMP Muhammadiyah 8 Bandung, sekaligus mengenalkan budaya Nusantara.

"Tapi, karena Kurikulum Merdeka juga ada proyek profil pelajar Pancasila (P5), salah satunya nilai karakternya berbudaya, maka proyeknya ialah mereka harus menampilkan penampilan tentang budaya-budaya Nusantara," ujarnya.

Alasan mengambil tema budaya, kata Cepi, lantaran para guru melihat anak masa kini kurang mengenal budaya-budaya daerah sehingga permasalahan ini berinisiasi mengambil tema budaya daerah.

Baca juga: Festival Kirab Seni Budaya Janur Meriahkan Hari Jadi ke-21 Kota Banjar

Baca juga: Festival Kirab Seni Budaya Menampilkan Kearifan Lokal Kota Banjar yang Tumbuh dan Berkembang

"Gelaran ini dibagi tiga sesi, yakni kelas 9 sesi 1 (07.30-09.30 WIB), kelas 8 sesi 2 (10.30-12.30 WIB), dan kelas 7 sesi 3 (13.00-15.00 WIB). Tahun lalu kami menggelarnya di sekolah secara outdoor, namun sekarang di sini membuat siswa lebih ekspresif dan maksimal," katanya.

Pengenalan budaya yang ditampilkan para siswa ada yang dikemas dengan kolosal atau kabaret yang di dalamnya menampilkan tarian, kuliner, bahasa, sampai rumah adat.

Cepi berharap, dengan kegiatan ini siswa bisa mengenal tentang budaya Nusantara yang berbeda-beda sehingga bisa saling menghargai, menumbuhkan sikap toleran, dan meminimalisasi aksi bullying di lingkungan sekolah. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved