Selasa, 19 Mei 2026

Komunitas Earth Hour Bandung

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Earth Hour Bandung, Gerakan Matikan Listrik Selama Satu Jam

AKSI memadamkan lampu atau biasa yang dikenal dengan gerakan Earth Hour telah digaungkan di 180 negara termasuk di Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunPriangan.com/ Nappisah
Mengenal Lebih Dekat Komunitas Earth Hour Bandung, Gerakan Matikan Listrik Selama Satu Jam 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah
 
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - AKSI memadamkan lampu atau biasa yang dikenal dengan gerakan Earth Hour telah digaungkan di 180 negara termasuk di Indonesia. 

Earth Hour merupakan inisiasi World Wide Fund for Nature (WWF) atau organisasi non profit berdiri sejak 2007.

Di Indonesia sendiri, aksi ini telah berlangsung sejak 2011 momentum global tersebut serempak digelar setiap bulan Maret pada minggu ketiga. 

Baca juga: Siap-siap Terusir, Nasib Tanah Warga 3 Desa di Kecamatan Kesamben Blitar Terbeton Tol Agungblijen

Divisi Program Earth Hour Bandung, Fauzi P Pidieanto, mengatakan, kepedulian masyarakat di Bandung terhadap hemat energi hingga terbentuk menjadi komunitas, bukan hanya gerakan tahunan semata. 

"Program globalnya mematikan lampu selama satu jam di minggu ketiga bulan Maret, untuk tanggalnya menyesuaikan. Setiap tahun diadakan serentak di seluruh dunia," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Sabtu (6/1/2023). 

Menurutnya, Earth Hour Bandung salah satu gerakan komunitas ketiga tertua di Indonesia, setelah Jakarta dan Yogyakarta. 

Baca juga: SINOPSIS Drakor Diary of A Prosecutor, Drama yang Dibintangi Mendiang Lee Sun Kyun pada Tahun 2016

"Sejak 2012 sampai sekarang. Kita gencar edukasi maupun aksi inisiatif konservasi energi kepada masyarakat," ungkapnya. 

Gerakan yang dikampanyekan, mengajak masyarakat mengurangi jejak karbon dan mengubah kebiasaan yang tidak berkelanjutan.

Fauzi menuturkan, struktur keanggotaan Earth Hour Bandung berjumlah 20 orang. 

Baca juga: MENGENAL Julian Dwi Setiono, Masinis yang Jadi Korban Tabrakan Adu Moncong di Bandung

Kendati demikian, kegiatan yang menjangkau masyarakat luas, Earth Hour Bandung senantiasa mengajak partisipan untuk bergabung sebagai volunteer. 

Tak hanya sekedar volunteer, guna regenerasi dan estafet kepimimpinan komunitas ini turut membuka open recruitment kepengurusan. 

"Biasanya open recruitment di bulan september, kita sebutnya sebagai champion. Jadi ada champion 2022, 2023 dan seterusnya," ujar Fauzi.

Baca juga: SINOPSIS My Wifes Having An Affair This Week, Drama yang Dibintangi Mendiang Lee Sun Kyun

Dia mengatakan, tak ada persyaratan khusus untuk kepengurusan, dari lintas umur hingga hobby dapat bersatu dengan visi misi yang selarasm 

"Tidak ada persyaratan khusus, benar-benar lintas umur, hobi namun bersatu karena ada keresahan terhadap lingkungan," tuturnya. 

Baginya, terbentuk sebuah komunitas mampu mengakomodir kegelisahan yang tertuang dalam aksi secara bersama-sama. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved