Kamis, 9 April 2026

Persib Bandung

Hari Jadi Persib Berubah, Adeng Hudaya: Benang Merah dengan 36 Klub Lainnya Terputus

Jika benang merah antara perkumpulan sepak bola 36 terputus, lanjut dia, maka Persib bisa dimiliki oleh seseorang.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Hari Jadi Persib Berubah, Adeng Hudaya: Benang Merah dengan 36 Klub Lainnya Terputus 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Legenda Persib Bandung Adeng Hudaya mengatakan, bahwa perubahan hari jadi Persib dari yang semula 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919 menimbulkan ketidakcocokan.

Ketidakcocokan itu menurutnya, lantaran asal usul Persib sama seperti 36 klub lainnya atau yang kini disebut sebagai perkumpulan sepak bola (PS).

"Tapi sekarang kan sudah jadi PT, sudah berbadan hukum, nah sementara klub yang 36 ini, kalau berubah hari lahirnya (bagaimana), kan yang 36 ini masih 1933. Sekarang diganti, maka benang merahnya akan terputus," ujarnya kepada Tribunjabar.id di Garut, Senin (25/12/2023).

Baca juga: Sama Seperti Persib Bandung, Arema FC Resmi Liburkan Para Pemain dan Offisial

Jika benang merah antara perkumpulan sepak bola 36 terputus, lanjut dia, maka Persib bisa dimiliki oleh seseorang.

Menurut Adeng, perubahan hari jadi Persib akan berdampak pada banyak pihak, termasuk para bobotoh yang sejak lama sudah mendarah daging dengan tahun 1933.

"Terutama kepada bobotoh yang sudah mendarah daging di dadanya atau di punggungnya dibuat tato 1933. Di rumahnya juga," ungkapnya.

"Bahkan ada anak yang dinamakan persib, sekarang tinggal kesadaran ya ini bagaimana antara PT PBB dengan klub yang 36, intinya jangan sampai ada konflik," lanjutnya.

Baca juga: Dua Pemain Persib Ini Belum Pernah Merumput Sejak Kehadiran Pelatih Bojan Hodak

Adeng menjelaskan, jika kelumit terjadi lantaran perubahan hari jadi itu, maka Persib sendiri yang akan menjadi korbannya.

"Tidak baguslah, kalau Persib Bandung dan penghuninya tidak kompak, akan menjadi ketimpangan. Kebetulan saya pemain bola, ya mengharapkan buat Bandung buat Persib juga Jawa Barat," ungkapnya.

Sebelumnya, perubahan hari jadi Persib didasari dengan adanya temuan tim peneliti dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran (FIB Unpad) yang diketuai Prof. Kunto Sofianto.

Penetapan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi Persib didasari dengan adanya momen kesepakatan dalam vergadering (rapat) 13 klub pribumi seperti KBS, BB (Bintang Bandoeng), STER (Steeds trappen en rennen), Diana (Doe is alles niet achteruit), Zwaluw, BIVC, BVC, KVC, VVC, Visser, NVC, Brom dan Pasar Ketjil untuk mendirikan sebuah perserikatan yang bernama Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB).

Baca juga: 2 Kali Jadi Starter Utama Persib Bandung, Kevin Ray Mendoza Masuk Best XI of The Week Pekan 23

Fakta tersebut ditemukan Prof. Kunto dalam pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919.

Dia mengungkapkan, ke-13 klub pribumi tersebut membentuk perserikatan tersendiri sebagai bentuk perlawanan terhadap diskriminasi yang dilakukan perserikatan Hindia Belanda, Bandoengsch Voetbal Bond (BVB) terhadap sepak bola bumiputera.

Dengan adanya hal itu, ke-13 klub pribumi ini melakukan deklarasi untuk membentuk perserikatan sendiri di bawah kepemimpinan Soetan Baginda M. Djamil sebagai presiden dan Soegeng sebagai wakilnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved