Minggu, 12 April 2026

Tembakau Mole Sumedang Bisa Jadi Pilihan Dibandingkan Warga Menghisap Rokok Ilegal

Tembakau Mole Sumedang Bisa Jadi Pilihan Dibandingkan Warga Menghisap Rokok Ilegal

Editor: ferri amiril
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati seusai membuka "Festival Tembakau Sumedang" yang berlangsung di area pasar lelang tembakau di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (24/11/2023). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Festival Tembakau Sumedang digelar di pusat agribisnis tembakau di Tanjungsari, 24-25 November 2023. 

Kegiatan promosi tembakau iris dengan sebutan tembakau mole dan tembakau hitam khas Sumedang ini bisa menjegal warga untuk membeli produk rokok ilegal.  

Tuti Ruswati, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang mengatakan tembakau Sumedang sudah menjajal pasar nasional seperti ke Pemalang dan Medan. Festival diharapkan semakin memperluas promosi tembakau tersebut.

"Ke depan juga diharapkan dari sisi regulasi, bagaimana bisa berpihak ke petani tembakau ada legalisasi produk untuk menghindari rokok ilegal," katanya seusai membuka festival itu, Jumat (24/11/2023). 

Dalam praktiknya, pemerintah terus berupaya melakukan pengawasan atas peredaran rokok ilegal.  

"Secara makro, kita tetap monitor dan evaluasi," katanya. 

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menurut Tuti juga difungsikan sebagai reward and punishment (hadiah dan hukuman)"

"Kalau banyak rokok ilegal dibeli, maka kelompok masyarakat jadi dikurangi sarana dan prasarananya," katanya. 

Sejauh ini, DBHCHT telah banyak dialokasikan untuk kesejahteraan petani dan kenyamanan masyarakat umum berupa pembangunan sarana jalan. Pembangunan itu dimaksudkan sebenarnya sebagai Jalan Usaha Tani, yakni, agar mobilitas pengangkutan hasil panen berjalan lancar.

"Ya kita kerja sama dengan tingkat pusat, termasuk dengan Kementerian Kooridnator Maritim dan Investasi untuk Jalan Usaha Tani," ucapnya. 

Jalan-jalan seperti itu sudah dibangun di kawasan Tomo. Di Sukasari dan Tanjungsari, jalan usaha tani menyusul dibaguskan sebagai prioritas.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved