Selasa, 14 April 2026

Festival Tembakau di Tanjungsari Sumedang, Peluang Besar Terbuka Lebar

Festival Tembakau di Tanjungsari Sumedang, Peluang Besar Terbuka Lebar

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/Kiki andriana
Festival Tembakau di Tanjungsari Sumedang, Peluang Besar Terbuka Lebar 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati membuka "Festival Tembakau Sumedang" yang berlangsung di area pasar lelang tembakau di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (24/11/2023). 

Tuti menjelaskan posisi Sumedang dalam peta perekonomian dan peluang yang besar pada pertanian bidang tembakau

Menurutnya, aksesibilitas Kabupaten Sumedang yang kini telah dilintasi Tol Cisumdawu semakin mempersingkat waktu tempuh dari kota-kota besar seperti Bandung, Cirebon yang punya pelabuhan, dan Majalengka dengan bandaranya, menjadi sebuah peluang. 

Peluangnya banyak orang mudah datang ke Sumedang dan berbisnis, di antaranya berbisnis tembakau. Namun, peluang itu sekaligus menjadi tantangan, sebab dikhawatirkan uang terbang ke luar daerah. 

"Dari sisi aksesibilitas ke Sumedang telah 6 kali lebih cepat. Ini peluang tapi kalau tidak cermat bisa capital outfly (uang terbang) ke Bandung karena lebih cepat," 

"Festival tembakau ini diselenggarakan di antaranya agar capital infly,"

"Harus inovasi dan kolaborasi agar Sumedang terus bisa memposisiskan diri bisa menangkap peluang dari sisi aksesibilitas itu," kata Tuti. 

Secara statistik, sektor pertanian yang di dalamnya ada pertanian tembakau menyumbang pendapatan domestik bruto (PDRB) kedua terbesar setelah industri pengolahan. 

"Tembakau di Sumedang ditanam di lahan seluas 2.528 hektare. Ada 243 kelompok tani tembakau yang tersebar di 25 kecamatan," kata Tuti. 

Dengan tembakau mole dan tembakau hitam sebagai priduk unggulan dari Sumedang, festival tembakau akan semakin menggaungkan geliat tembakau supaya ke depan semakin baik. 

"Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bisa membantu peningkatan kualitas agar roda perputaran ekonomi bisa laju,"

"Dengan terus memperhatikan dampak perubahan iklim yang ektrem," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved