Minggu, 12 April 2026

Begini Cara Pemkot Tasikmalaya Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat

Adapun salah satu cara yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya guna meningkatkan minat membaca adalah dengan menjadikan setiap istri camat yaitu Bunda Baca.

Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
Asisten Daerah 1 Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Riza Setiawan 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Kota Tasikmalaya nyatanya tidak memiliki pasar buku yang menyediakan beragam jenis buku, baik itu buku terbitan baru maupun yang sudah lama.

“Di sini sudah ada pasar kuliner, ada pasar lainnya, yang belum ada itu pasar buku. Kalau kita bandingkan dengan Palasari di Kota Bandung, itu dari buku tahun berapa, masih ada sampai sekarang,” jelas Asisten Daerah 1 Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Riza Setiawan kepada TribunPriangan.com pada Jumat (17/11/2023).

Kendati demikian, pihaknya juga terus mendorong minat baca masyarakat.

Baca juga: Festival Budaya Jepang Digelar di Tasikmalaya hingga Desember 2023, Ada Kejutan untuk Guru dan ASN

“Memang kami terus menggembor-gemborkan untuk masyarakat supaya mau baca. Ini kita ketahui, bahwa dengan membaca apapun juga, bisa meningkatkan nilai kompetitif dengan bangsa lain,” jelas Riza.

“Makanya, secara data, kami belum ada penelitian besarnya minat baca di Kota Tasikmalaya. Tapi, terlepas dari itu, kami Pemkot Tasikmalaya tetap mendorong supaya masyarakat tetap baca,” lanjut Riza.

Adapun salah satu cara yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya guna meningkatkan minat membaca, kata Riza, adalah dengan menjadikan setiap istri camat yaitu Bunda Baca.

“Di setiap kecamatan itu, Ibu Camat ini sekarang ‘kan Bunda Literasi. Istri camat itu kan ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK),” tuturnya.

Baca juga: Perhiasan Senilai Hampir Rp 100 Juta Milik Toko Emas di Tasikmalaya Dicuri Karyawan Sendiri

Riza menilai, bahwa dengan membaca, kemajuan individu maupun kemajuan suatu keluarga dapat tercapai.

“Itu bisa menjadi pedoman mereka untuk melangkah ke arah mana, tahapan-tahapannya bagaimana, ya itu dengan membaca. Makanya, salah satunya dengan sekolah, dari sekolah juga sudah jelas bukunya itu, tapi tambahlah pelajaran-pelajaran lain dari membaca buku,” kata Riza.

Bahan bacaan yang dimaksud Riza, yakni bukan hanya bacaan formal, melainkan juga bahan bacaan seperti koran juga bacaan informal, “supaya menambah pengetahuan,” ujarnya mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved