Pendidikan

Program Jabar Masagi Torehkan Progres Positif, Bakal Berlanjut?

Program tersebut telah diterapkan di kurang lebih 252 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB dan Madrasah di Jabar.

Istimewa
Program Jabar Masagi Torehkan Progres Positif, Bakal Berlanjut? 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jabar sudah lima tahun menjalankan program pendidikan Jabar Masagi sejak digulirkan pada 2018.

Program tersebut telah diterapkan di kurang lebih 252 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB dan Madrasah di Jabar.

Melalui program Jabar Masagi, sekolah-sekolah menerapkan aspek karakter dan keterampilan siswa serta pengajar.

Pengawas SMK cabang dinas pendidikan wilayah 9, Winarmo mengatakan banyak perubahan dalam skema pendidikan dan kehidupan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Mantan Gubernur Jabar Berebut Suara di Kabupaten Bandung dan KBB, Bersaing dengan Para Tokoh Ini

"Sebelum adanya program Jabar Masagi, praktik-praktik baik untuk mengedepankan pembelajaran yang berbasis pada proyek fast learning, keteladanan, karakter, kolaborasi, dan sebagainya belum muncul," ujar Winarmo.

Perubahan positif ini juga menjadikannya yakin jika komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengimplementasikan life skills pendidikan abad 21 cukup berhasil.

Apalagi program Jabar Masagi juga turut mengimplementasikan program Kemendikbud Ristek terkait P5.

"Terbukti, bahwa P5 yang sekarang digaungkan oleh Kemendikbud Ristek itu pun menurut saya sudah masuk dalam bagian dan cerminan Program Jabar Masagi," katanya.

Baca juga: PT Pegadaian Kanwil X Jabar Serahkan Bantuan Renovasi Masjid Kholid Ibnu Walid SMAN 1 Sukaraja

Program Jabar Masagi juga turut diapresiasi oleh guru SMK Taruna Terpadu 1, Hamdan.

"Kami rasa perlu dilanjutkan, karena lewat program Jabar Masagi ini, kita bisa mencegah, mempertahankan, dan juga mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sekarang. Sehingga mereka tidak terlalu terkontaminasi dan menggandrungi budaya dari luar," ujar Hamdan.

Tak hanya itu, program Jabar Masagi telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program Jabar Masagi pun direncanakan akan direplikasi secara nasional.

Baca juga: Komisioner KIP Jabar Puji Keterbukaan Informasi Publik di Sumedang, Melebihi Ekspektasi

Kurikulum Masagi sendiri merupakan sebuah model implementasi kurikulum nasional yang berbasis nilai-nilai budaya lokal.

Hal ini berarti Kurikulum Masagi bukan merupakan kurikulum tandingan kurikulum nasional, melainkan sebuah diversifikasi kurikulum yang disesuaikan dengan budaya lokal.

Terkait hal itu, Jabar Masagi fokus menumbuhkan manusia Masagi Jawa Barat untuk belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti/karsa), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata) untuk melayani. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved