Minggu, 26 April 2026

Momentum Mulid Nabi SAW 2023

Bolehkah Berpuasa Pada Hari Perayaan Maulid Nabi SAW? Begini Hukumnya

Bagaimana Hukum Berpuasa bertepatan dengan Perayaan Mauldid Nabi SAW, Apakah Boleh Dikerjakan atau Tidak?

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunBanten.com
25 Inspirasi banner Maulid Nabi 1445 H/2023 M dengan desain keren dan gratis unduh (Ilustrasi/Net) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Memasuki tanggal tanggal 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah, umat muslim diseluruh dunia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Jika ditelusuri berdasarkan kalender masehi, hari tersebut jatuh pada, Kamis (20/9/2023) esok hari.

Diketahui Perayaan keagamaan ini dikrtahui terhitung sejak sepeninggalan RasuluLlah, yang mana di tanah air sendiri diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijjriyah.

Peringatan ini sebagi bukti dan pengingat akan perjuangan semasa hidup RasuluLlah demi manfaat banyak umat.

Baca juga: 10 Tema Khutbah Jumat Pertama di Bulan Rabiul Awal 1445 H, di Antaranya Soal Keutamaan Bulan Maulid

Ada banyak cara yang bisa dilakukan kaum muslimin diberabagai daerah tergantung dengan kebiasaan masing-masing.

Selain itu, umat muslim mengisi peringatan maulid dengan berbagai ibadah seperti zikir, shalawat, pembacaan kitab rawi, dan bersedekah.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat diperingati dengan menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Rasa syukur tersebut bisa diwujudkan dengan berbagai jenis ibadah.

Salah satu ibadah yang disebutkan bisa dilakukan untuk mengekspresikan syukur akan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yakni berpuasa.

Baca juga: Libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2023, Tanggal 27 atau 28 September? Segera Cek Infonya di Sini!

Lantas bagaimana hukumnya jika seseorang memperingatinya dengan cara berpuasa?

Hukum Berpuasa di Hari Maulid

Dikutip dari berbagai sumber, dari sekian banyak puasa, tidak ada yang namanya puasa hari maulid.

Nabi Muhammad SAW maupun para sahabatnya tidak pernah dijumpai melaksanakan puasa di hari maulid.

Artinya puasa di hari maulid tidak disyariatkan oleh riwayat apapun.

Terlebih lagi, terdapat pendapat yang berbeda tentang tanggal lahir Nabi Muhammad SAW, karena sejumlah ulama mengatakan Nabi Muhammad SAW lahir pada 9 Rabiul Awal.

Namun, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa setiap hari Senin yang merupakan hari Nabi Muhammad dilahirkan.

Meski begitu, umat muslim tetap bisa melaksanakan puasa di hari kelahiran Nabi Muhammad tahun 2023 ini, sebab tahun ini hari kelahiran nabi jatuh pada hari Kamis.

Dengan syarat, puasa pada hari Kamis tersebut tidak boleh diyakini memiliki keutamaan tambahan karena bertepatan dengan Maulid Nabi.

Disamping itu, umat muslim juga diperuntukan untuk berpuasa pada hari Senin karena hari tersebut merupakan hari lahir RasuluLlah SAW.

Hal ini diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari r.a bahwa Nabi Muhammad SAW ditanyai tentang kebiasaannya berpuasa di hari Senin, beliau lantas menjawab :

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ

"Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari aku diutus." (HR. Muslim).

Baca juga: 25 Ucapan Perayaan Maulid Nabi SAW, Lengkap dengan Tanggal Libur dan Cuti Bersama

Sejarah Singkat Maulid Nabi

Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama, orang yang pertama kali berkontribusi dalam perayaan maulid Nabi adalah Sultan Al-Muzhaffar.

Ia merupakan salah satu penguasa yang bijak dan dermawan di Irbil.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Jalaluddin Abdurahman as-Suyuthi (wafat 991 H) dalam kitabnya, ia mengatakan:

وَأَوَّلُ مَنْ أَحْدَثَ فِعْلَ ذَلِكَ صَاحِبُ اِرْبِل الَملِكُ الْمُظَفَّر أَبُوْ سَعِيْد كُوْكْبَرِي بِنْ زَيِنِ الدِّيْنِ عَلِي اِبْنِ بَكْتَكينْ أَحَدُ الْمُلُوْكِ الْأَمْجَادِ وَالكُبَرَاءِ الْأَجْوَادِ وَكَانَ لَهُ آثَارٌ حَسَنَةٌ، وَهُوَ الَّذِي عَمَّرَ الجَامِعَ الْمُظَفَّرِي بِسَفْحِ قَاسِيُوْنَ

Artinya: "Orang yang pertama kali mengadakan seremonial itu (maulid nabi) adalah penguasa Irbil, yaitu Raja Muzhaffar Abu Said Kuukuburi bin Zainuddin Ali ibn Buktitin, salah seorang raja yang mulia, agung, dan dermawan. Dia juga memiliki rekam jejak yang bagus. Dan, dia lah yang meneruskan pembangunan Masjid al-Muzhaffari di kaki gunung Qasiyun." (Imam as-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawi, [Beirut, Darul Fikr: 2004], juz I, halaman 182).

Sejak saat itu, perayaan Maulid Nabi yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia dari masa ke masa hingga saat ini.(*)

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved