Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga ala SDG, Mudah!
Pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga terbilang murah dan mudah. Hanya sayuran, gula merah dan cairan untuk membuat pupuk.
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sampah rumah tangga selama ini selalu menjadi masalah jika tidak dilakukan pemilihan dan pemanfaatan dengan baik.
Berangkat dari masalah itu, sukarelawan yang tergabung dalam kelompok Santri Dukung Ganjar (SDG) menginisiasi pelatihan cara membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga untuk warga di Desa Cihowe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Koordinator Wilayah SDG Jabodetabek, Farhan Ikhsan mengatakan, kegiatan tersebut digelar bertujuan memberikan pengetahuan bahwa sampah rumah tangga bisa bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Salah satunya dijadikan pupuk organik.
Baca juga: Relawan Prabowo 19 di Garut Pindah Dukungan ke Ganjar Pranowo, Rekomendasikan Ridwan Kamil
Dia mengatakan, pelatihan pembuatan pupuk organik ini menjadi alternatif solusi dalam menjawab banyaknya pembuangan sampah liar yang menjadi problem di kalangan masyarakat.
"Kami tergerak untuk mendorong bagaimana caranya sampah rumah tangga bisa menjadi nilai manfaat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/9/2023).
Menurut dia, emak-emak mengikuti pelatihan ini lantaran mereka ingin mengetahui bagaimana proses sampah menjadi pupuk organik.
Farhan menjelaskan bahwa pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga terbilang murah dan mudah. Hanya sayuran, gula merah dan cairan untuk membuat pupuk.
Baca juga: Selain Penurunan Baliho dan Spanduk, DPC Demokrat Kota Bandung Bakal Bubarkan Relawan Anies-AHY
"Bahan-bahannya ini yang sangat mudah didapat. Pertama bahannya dari sayuran kemudian gula merah dan cairan EM4, dan air," tutur Farhan.
Kemudian, semua bahan itu dicampur dan disimpan di tempat suhu yang dingin selama 20 hari sampai cairannya tidak mengeluarkan aroma busuk.
"Disimpan saja selama beberapa hari hasilnya nanti sampah rumah tangga itu akan menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat dan bernilai," paparnya.
Farhan berharap setelah pelatihan ini dilaksanakan masyrakat bisa mandiri membuat pupuk organik yang berasal dari sampah rumah tangga agar mengurangi sampah.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat bermanfaat sehingga sampah bisa menjadi nilai manfaat dan ekonomi," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/SDG-pupuk-organik.jpg)