Sambil Sosialisasi Keselamatan Berkendara, Relawan & Komunitas Ownrules Turut Diskusi Politik
Sepanjang proses diskusi berlangsung, relawan Ganjar Creativity mengaku menemui beberapa persoalan yang timbul dari sudut pandang komunitas motor.
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Para alumni muda dari Upad, ITB dan UPI bertemu dengan komunitas motor Ownrules untuk berdiskusi masalah politik.
Alumni muda dari tiga kampus di Bandung yang tergabung dalam Ganjar Creativity itu sengaja bertemu komunitas motor, tapi tidak membahas otomotif.
"Jadi, kenapa kami melakukan aktivitas sunmori bersama komunitas motor karena di Kota Bandung ini kan terkenal dengan otomotifnya, di mana komunitas-komunitas motor di Kota Bandung luar biasa banyaknya dan di dominasi oleh para pemuda yang notabene awam dengan perpolitikan di Indonesia, makannya kita datang ke sini, untuk bersilaturahmi dan melakukan diskusi serta pemahaman positif tentang pesta demokrasi 2024 mendatang," ujar Dicki Fauzia Rachman, koordinator kegiatan dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/9/2023).
Baca juga: Panglima Pemekaran Pangandaran Kukuhkan Relawan DGP8
Diskusi itu dimulai dengan melakukan sunmori di Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, melewati jalan utama Gedung Sate dan mengakhiri rute sunmori di Dago Pakar Bandung dengan melakukan diskusi bersama komunitas motor.
Menurut Dicki, warga nampak antusias mengikuti rangkaian acara tersebut.
Selain karena hobi, aktivitas itu juga dilakukan sebagai bagian dukungan dari komunitas motor tersebut.
"Alhamdullilah dengan respons yang sangat baik. Selain komunikasi di awal yang sudah terjalin, sepanjang acara kita melakukan koordinasi hingga diakhiri dengan acara diskusi. Banyak pertanyaan, usulan dan harapan," lanjut Dicki.
Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mengkampanyekan keselamatan berkendara kepada masyarakat pengguna jalanan di Kota Bandung.
Baca juga: Jokowi Sebut Parpol Masih Ngalor Ngidul soal Pencapresan, Minta Relawan Fokus Bekerja
"Dengan berkegiatan tersebut, kami menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga keselamatan dalam berkendara dengan memberikan contoh atribut lengkap berkendara dan saling menghargai antar pengemudi di jalanan," ucap Dicki.
Sepanjang proses diskusi berlangsung, Dicki mengaku menemui beberapa persoalan yang timbul dari sudut pandang komunitas motor.
Salah satunya, yakni persoalan dari sarana prasarana. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Dicki mengaku menampung segala bentuk persoalan dan berupaya untuk mengakomodir segala kebutuhan dalam menunjang aktivitas komunitas.
"Kota Bandung ini mayoritas masyarakat menyukai otomotif tapi sarana dan prasarana masih kurang memadai, itu yang menjadi harapan komunitas untuk di wadahi sehingga, kreativitas dan kemampuannya bisa tersalurkan," pungkas Dicki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Komunitas-Motor-Ownrules.jpg)