Kemarau Panjang, Pengamat Minta Tak Hanya Komoditi Beras yang Diperhatikan
Pengamat Ekonomi Unpas, Acuviarta Kartabi mengatakan, pemerintah dapat mengambil antisipasi jangka menengah terhadap
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pengamat Ekonomi Unpas, Acuviarta Kartabi mengatakan, pemerintah dapat mengambil antisipasi jangka menengah terhadap fenomena El Nino dengan memposisikan data dan informasi yang jauh lebih akurat.
"Artinya secara kondisi produksi dengan konsumsi itu sebenarnya bisa diprediksi, oleh karena itu saya kira mungkin informasi terkait dengan dampak El Nino terkait produksi beras itu yang paling penting," ujarnya.
Menurutnya, dampak kekeringan yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah melakukan beberapa kebijakan strategis.
Kendati demikian, ia menilai di lapangan tidak semua daerah bisa melakukan langkah antisipasi, seperti membuat embung, memperbaiki irigasi dan sebagainya untuk bisa mendistribusikan air secara tepat.
"Kalau kita bicara pertanian terutama sawah, air ini memegang peranan yang penting. Kondisi El Nino ke depan, menurut berbagai perkiraan mungkin akan terjadi sampai dengan bulan Oktober," ujarnya.
"Saya kira akan ada dampak terhadap produksi beras, sehingga perlu dievaluasi terkait dengan tingkat produksi yang ada pada saat ini," katanya.
Konsumsi beras, kata Acuviarta, tidak mengenal waktu panen raya.
"Setiap hari orang mengkonsumsi beras, oleh karena itu bufferstoknya perlu di optimalkan. Terutama kita bisa menempuh kebijakan impor," ungkapnya.
Dampak dari El Nino cuaca ekstrem, kemarau yang lebih panjang tak hanya menyasar komoditas beras.
"Pada posisi komoditas pangan yang lain seperti cabe, bawang dan sebagainya menjadi faktor yang harus dipertimbangkan," ujarnya.
"Ini menunjukkan ketidakpastian, sehingga perlu melihat neraca nahan pangan terkait produksi," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/beras-beras-beras.jpg)