Rabu, 20 Mei 2026

Tol Jogja YIA

Ruas Jalan Tirtoadi Sleman pada Progres Tol Jogja-YIA, Bakal Terjang Makam dan Pemukiman Warga

Ruas Jalan Tirtoadi Sleman pada Progres Tol Jogja-YIA, Bakal Terjang Makan dan Pemukiman Warga

Tayang:
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
PUPR
Gerbang exit tol Jogja - Solo salah satunya di Ringroad Utara dekat UTY dan UPN Veteran. (Instagram.com/@kemenpupr) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Perkembangan jalan Tol Jogja-YIA (Bandara Internasional Airport (YIA) masih terus berlanjut.

Hingga saat ini masih berada pada fokus pembangunan di Seksi 3 yang menggubunkan Kota Jogja dan Bandara Internasional tersebut.

Teranyar, jalan bebas hambatan ini dikabarkan akan menggerus sejumlah pemukiman warga juga pemakaman umum di Padukuhan Rajek Lor, Kalurahan Tirtoadi, Kabupaten Sleman.

Informasi tersebt baru diketahui, setelah proses penanaman patok right of way (ROW) jalan tol yang dipasang di wilayah tersebut.

Sekedar informasi, pemasangan patok right of way (ROW) atau ruang milik jalan mulai dikerjakan di lahan calon jalan tol Jogja - Solo seksi 3, yang menghubungkan Yogyakarta dengan Bandara Internasional Airport (YIA) di wilayah Kabupaten Sleman.

Baca juga: Progres Tol Jogja Solo, Pematokan di Seksi 3 Jalur Yogyakarta-Bandara Kulon Progo Sudah Dimulai

Hal ini juga dijelaskan langsung Dukuh Rajek Lor, Kalurahan Tirtoadi, Heru Winarta.

"Mayoritas terdampak, yang kena rumah, soalnya pemukiman," kata Heru, Senin (21/8/2023).

Ia menjelaskan bahwa di wilayah Rajek Lor dan Rajek Ngemplak untuk sementara ada sekira 123 bidang lahan terdampak.

Dimana jumlah tersebut masih akan berlanjut, sebab bidang yang terdampak kemungkinan bertambah mecapai 127 bidang.

Adapun selain pemukiman, lanjut Heru, proyek strategis nasional itu juga menggerus fasilitas umum seperti masjid dan juga pemakaman.

heru juga menambahkan pembangunan jalan tol Jogja-YIA ini sudah disosialisasikan kepada warga dan sudah konsultasi publik.

Baca juga: Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Wilayah Ambarawa dan Seksi 1 di Sleman Mulai Tahap Galian

Mayoritas penerima adalah warga yang lahannya terdampak jalan Tol tersebut.

Ia mengaku memiliki satu bidang tanah seluas 1.350 meter persegi yang kemungkinan sebagian besar bakal terdampak jalan tol tersebut.

Ia mengaku menerima, jika bidang tanahnya yang telah berdiri rumah tinggal itu tergerus jalan tol.

"Karena ini kan PSN (proyek strategis nasional) kita tidak bisa nego, nggak boleh. Jadi (terdampak) gak masalah, karena ini proyek negara," kata dia.

Heru juga berharap saat pembangunan jalan tol memerhatikan beberapa aspek di lingkungan tempat tinggalnya.

Di antaranya, posisi tanah warga di pinggiran jalan tol diberi akses untuk jalan.

Kemudian saluran drainase juga harus diperhatikan, dibuat bagus agar air hujan tidak tersumbat dan menggenang ke pemukiman warga.

Baca juga: Terima Jatah Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Rp4 M, Pemkab Klaten Bakal Digunakan Bangun Ini

"Jika saluran dibuat bagus maka tidak tersumbat. Kami berharap seperti itu," harapnya.

Diketahui, Pematokan ini merupakan pematokan perdana yang diawali dari Kalurahan Tirtoadi.

"Hari ini kami melakukan pemasangan patok ROW untuk jalan Jogja - Kulonprogo. IPL sudah terbit, sehingga kita segera memasang patok. Nah ini kan karena warga sudah menanti sebetulnya. Menanti realisasi (jalan tol)," kata Priyanto, selaku tim pemberkasan dari PPK Jalan tol Jogja -Solo - Kulon Progo di lokasi pematokan, Senin (21/8/2023).

pemasangan patok Tol Jogja - YIA di pemakaman Umum Padukuhan Ngemplak Lor Kalurahan Tirtoadi
Petugas melakukan pemasangan patok Jalan Tol Jogja - YIA di pemakaman Umum Padukuhan Ngemplak Lor Kalurahan Tirtoadi, Senin (21/8/2023). (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Sebagaimana diketahui, setelah menyelesaikan pematokan, tahapan berikutnya adalah identifikasi dan Inventarisasi bidang.

Dalam pelaksanaannya, selain PPK, melibatkan juga petugas dari PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ), PT Adhi Karya maupun pihak Padukuhan setempat.

Petugas melakukan pengukuran menggunakan metode RTK atau Real Time Kinematic.

Setelah pengukuran tepat kemudian dipasang patok berwarna merah di sepanjang batas area calon jalan tol.

Baca juga: 3 Lokasi Exit Tol dan 140 Desa Terdampak Jalan Tol Jogja- Cilacap, Bakal Rampung 2024 Mendatang

Menurut Priyanto, pemasangan patok ROW untuk sementara dilakukan untuk dua Padukuhan yakni Padukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak di Kalurahan Tirtoadi.

Setelah itu, pematokan rencananya akan berlanjut ke Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur.

Kemudian Sidoarum, Sidomulyo, Sidokarto, dan Sumberrahayu hingga ke Kabupaten Bantul di Kalurahan Argomulyo, dan Argosari.

"(Di Tirtoadi) ini pematokan pertama. Setelah tahap ini, nantinya dilakukan pengukuran oleh satgas tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah), identifikasi dan Inventarisasi," katanya.

Petugas akan mengukur luas tanah, termasuk spesifikasi bangunan yang terdampak. Tahap berikutnya pengumuman.

Baca juga: SEGERA CEK, 3 Lokasi Exit Tol dan 140 Desa Terdampak Jalan Tol Jogja-Cilacap, Rampung 2024 Mendatang

Tim pengadaan tanah akan mengumumkan apakah bangunan maupun luas bidang tanah terdampak sudah sesuai atau belum.

Jika tidak sesuai maka masyarakat diberi waktu sanggahan.

Begitu juga jika sudah sesuai maka masyarakat terdampak diminta tanda tangan persetujuan.

Setelah itu, tahap taksiran nilai atau appraisal dan pengumuman nilai ganti kerugian hingga pembebasan.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.co (Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni)

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved