Senin, 13 April 2026

Gempa Banten

Gempa Bumi M 5,6 di Banten Terasa hingga Bogor dan Bandung

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui siaran tertulisnya mengatakan, gempa bumi terjadi pada pukul 11.28.48 WIB.

BMKG
Gempa Banten 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Gempa bumi tektonik berkekuatan M 5,7 terjadi di Samudera Hindia di Selatan Banten, Kamis (17/8/2023). Getaran gempa ini dirasakan di Bogor sampai Bandung.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui siaran tertulisnya mengatakan, gempa bumi terjadi pada pukul 11.28.48 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,69° LS ; 105,34° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muarabinuangeun, Banten pada kedalaman 50 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia (intraslab) yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," kata Daryono.

Baca juga: Begini Kondisi Laut Pangandaran Setelah Diguncang Gempa Bumi M 4,5, Nelayan Tetap Melaut

Baca juga: 8 Bulan Terisolasi Akibat Gempa, Warga Dua Kampung di Cianjur Kini Miliki Jalan Baru

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Juga hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya. (*)

Sumber: Tribun health
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved