Minggu, 12 April 2026

Nenek yang Tinggal di Rumah Angker Tak Bisa Dapat Bantuan, Tak Punya e-KTP

Embok Kalem nenek berusia 92 yang tinggal sebatang kara di rumah reyod di Dusun Pasirgeulis RT 08/02

Editor: ferri amiril
Tribun Priangan.com/padna
Seorang nenek berusia 92 tahun di Pangandaran tinggal di sebuah rumah angker yang sudah tidak layak huni. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Embok Kalem nenek berusia 92 yang tinggal sebatang kara di rumah reyod di Dusun Pasirgeulis RT 08/02 Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran ternyata tidak menerima bantuan dari Pemerintah setempat.

Hal itu disampaikan oleh Fauzi salaku Ketua RT setempat saat ditemui Tribunjabar.id di rumah tempat tinggal Embok Kalem, Senin (7/8/2023) siang.

"Jadi gini, Embok Kalem ini terkendala di e-KTP. Padahal sebelum saya menjadi RT pun, e-KTP itu sudah diajukan," ujar Fauzi.

Namun, hal itu berlarut larut e-KTP dan akhirnya tidak ada. Sehingga, Embok Kalem tidak bisa menerima bantuan karena belum punya identitas atau e-KTP tersebut.

"Kondisi Embok Kalem sendiri memang hidup sebatang kara, anak enggak ada dan saudara-saudara terdekat pun sudah enggak ada," katanya.

Adapun, saudara cukup jauh yang sampai saat ini selalu memberikan makanan pokok untuk Embok Kalem. 

Jadi, selain dikasih tetangga dan meminta ke tempat penggilingan padi, Embok Kalem kadang diberi makan sama saudaranya. 

"Dia dikasih, karena sudah tidak bisa bekerja. Mau gimana kerja, orangnya juga sudah pikun," ucap Fauzi.

Dengan kondisi tersebut, Ia memohon kepada Pemerintah Daerah atau pun pusat agar bisa membantu Embok Kalem.

"Saya mohon, Pemerintah memperhatikan orang-orang yang benar-benar layak mendapatkan bantuan entah itu apa jenisnya, tolong perhatikan," ucapnya.

"Turunlah ke lapangan, agar tahu kondisinya. Jangan hanya melihat data. Kalau cuman sekedar data, itu bisa dimanipulasi. Kalau ke lapangan, kan enggak bisa dan tahu langsung kondisi di lapangan."

Selain bantuan sembako, Ia memohon kepada Pemerintah untuk bisa membantu Embok Kalem untuk tempat tinggalnya.

"Contohnya, membangun rumah layak huni. Dia disini sudah 10 tahun dan sebelumnya sempat pindah-pindah tempat tidur,": ujarnya.

Embok Kalem menempati rumah yang tidak layak huni dan nyaris ambruk ini, karena kebetulan rumah tersebut dalam kondisi kosong. "Akhirnya, ditempati sama Embok Kalem," kata Fauzi.(*)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved